Paus Sperma Terdampar di Dermaga Banyuwangi Mati, Ini 3 Fakta Terbarunya
Merdeka.com - Seekor paus sperma terdampar di Pantai Bulusan Banyuwangi pada Senin (1/8/2022). Mamalia itu pertama kali muncul dari arah utara, tepatnya di belakang hotel Banyuwangi Beach.Paus itu terlihat berputar-putar di perairan berjarak sekitar 50 meter dari bibir Pantai Bulusan di Kabupaten Banyuwangi.
Subandi, salah seorang nelayan di kawasan tersebut mengungkapkan bahwa satwa lindung itu terlihat sejak pukul 09.30 WIB.
Para nelayan yang menyaksikan paus sperma itu kemudian berusaha menggiring sang mamalia ke tengah lautan. Namun, usaha mereka tidak membuahkan hasil.
Menubruk Rangka Dermaga
Lihat postingan ini di InstagramMamalia itu akhirnya berhenti berenang saat tiba di belakang Hotel Ketapang Indah. Di kawasan tersebut, paus sperma itu juga sempat menubruk rangka dermaga. Akibatnya, sang paus tampak lemah dan tidak kuat lagi berenang.
Dikutip dari akun Instagram @indoflashlight, petugas gabungan dari Polairud dan TNI Angkatan Laut berupaya menyelamatkan paus sperma tersebut dengan cara menariknya menggunakan tali menuju ke tengah laut. Namun, lagi-lagi upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Paus sperma juga merupakan satwa dilindungi karena keberadaannya yang terancam punah. Sudah seharusnya kita lindungi bersama. Terima kasih bagi masyarakat dan petugas yang sudah berusaha melakukan penyelamatan,” tulis akun Instagram @indoflashlight, Selasa (2/8/2022).
Lokasi Penguburan
Paus sperma itu akhirnya mati terdampar di perairan Selat Bali, tepatnya di Dermaga Cinta Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.
Petugas gabungan kemudian melakukan evakuasi paus sperma yang mati terdampar itu sejak Selasa (2/8) sekitar pukul 16.00 WIB.
Dikutip dari akun Instagram @kalipuro24jam, rencananya paus sperma tersebut akan dikuburkan di bibir pantai dekat lokasi terdampar.
Kesulitan Evakuasi
Lihat postingan ini di Instagram
Sementara itu, hingga kini petugas gabungan masih kesulitan mengevakuasi bangkai paus sperma sepanjang 16,5 meter itu.
“Hingga saat ini petugas masih kesulitan mengevakuasi bangkai Paus Sperma sepanjang 16,5 meter itu karena keterbatasan alat,” tulis akun Instagram @antarafotocom, Rabu.
Menanggapi belum berhasilnya proses evakuasi paus sperma karena keterbatasan alat, seorang warganet menyatakan keheranannya.
“Negara maritim? Keterbatasan alat?” tulis salah satu warganet.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya