Mengenal Penyakit Hashimoto Beserta Penyebab dan Gejalanya, Menarik Diketahui
Merdeka.com - Penyakit Hashimoto adalah kelainan autoimun yang dapat menyebabkan hipotiroidisme, atau tiroid yang kurang aktif. Dalam penyakit ini, sistem kekebalan akan menyerang tiroid Anda. Tiroid menjadi rusak dan tidak dapat menghasilkan cukup hormon tiroid.
Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu di depan leher. Hormon tiroid mengontrol cara tubuh menggunakan energi, sehingga memengaruhi hampir setiap organ di tubuh bahkan hingga cara jantung berdetak. Tanpa cukup hormon tiroid, banyak fungsi tubuh akan melambat.
Penyakit Hashimoto juga disebut tiroiditis Hashimoto, tiroiditis limfositik kronis, atau tiroiditis autoimun. Penyakit ini terutama mempengaruhi wanita paruh baya tetapi juga dapat terjadi pada pria dan wanita dari segala usia dan pada anak-anak.
Dokter akan menguji fungsi tiroid untuk membantu mendeteksi penyakit Hashimoto pada tubuh Anda. Pengobatan penyakit Hashimoto yang efektif biasanya adalah dengan penggantian hormon tiroid. Berikut penjelasan selengkapnya.
Penyebab Penyakit Hashimoto
Dilansir dari laman National Institutes of Health US, para peneliti masih belum sepenuhnya memahami mengapa beberapa orang mengembangkan gangguan autoimun seperti penyakit Hashimoto. Gangguan ini mungkin disebabkan oleh kombinasi gen dan pemicu dari luar, seperti virus.
Penyakit Hashimoto adalah kelainan autoimun di mana sistem kekebalan menciptakan antibodi yang merusak kelenjar tiroid Anda. Sejumlah besar sel darah putih yang disebut limfosit, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan, menumpuk di tiroid. Limfosit membuat antibodi yang memulai proses autoimun.
Kombinasi dari beberapa faktor seperti keturunan, jenis kelamin, dan usia dapat menjadi kemungkinan penyebab seseorang mengembangkan penyakit ini.
Gejala Penyakit Hashimoto
Banyak orang dengan penyakit Hashimoto tidak menunjukkan gejala pada awalnya. Saat penyakit ini berkembang perlahan, tiroid biasanya membesar dan dapat menyebabkan bagian depan leher terlihat bengkak.
Tiroid yang membesar, yang disebut gondok, dapat membuat tenggorokan terasa penuh, meskipun biasanya tidak terasa sakit. Setelah bertahun-tahun, atau bahkan puluhan tahun, kerusakan pada tiroid menyebabkannya menyusut dan gondok menghilang.
Hipotiroidisme penyakit Hashimoto sering kali bersifat subklinis atau ringan dan tanpa gejala, terutama di awal penyakit. Saat hipotiroidisme berkembang, Anda mungkin mengalami satu atau lebih dari gejala berikut ini yang dilansir dari Mayo Clinic:
Faktor Risiko Penyakit Hashimoto
Faktor-faktor risiko di bawah ini dapat berkontribusi pada risiko Anda mengembangkan penyakit Hashimoto, yakni:
Komplikasi Penyakit Hashimoto
Jika tidak diobati, kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) yang disebabkan oleh penyakit Hashimoto dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan berikut ini:
Makanan yang Harus Dihindari Penderita Penyakit Hashimoto
Apa saja jenis makanan yang harus dihindari oleh seseorang yang menderita penyakit Hashimoto?
Tiroid menggunakan yodium untuk membuat hormon tiroid. Namun, penderita penyakit Hashimoto atau jenis gangguan tiroid autoimun lainnya mungkin sensitif terhadap efek samping berbahaya dari yodium.
Mengonsumsi makanan yang mengandung yodium dalam jumlah besar dapat menyebabkan hipotiroidisme atau memperburuk keadaan. Mengonsumsi suplemen yodium juga dapat memiliki efek yang sama.
Konsultasikan dengan dokter tentang makanan apa yang harus dibatasi atau hindari. Juga, bagikan informasi tentang sirup obat batuk yang biasa dikonsumsi, karena obat tersebut mungkin mengandung yodium.
Wanita membutuhkan lebih banyak yodium saat hamil karena bayinya mendapat yodium dari makanan ibu. Namun, terlalu banyak yodium juga bisa menimbulkan masalah, seperti penyakit gondok pada bayi. Jika Anda sedang hamil, bicarakan dengan dokter tentang kadar yodium yang Anda butuhkan.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya