Marak Anak Jualan di Tepi Jalan Kota Malang hingga Larut Malam, Kisahnya Bikin Miris
Merdeka.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang, Jawa Timur, menyoroti maraknya anak di bawah umur yang diduga menjadi korban eksploitasi. Anak-anak yang seharusnya menikmati waktu bermain dan belajar itu harus berjualan kue di pinggir jalan hingga larut malam.
Akhir tahun 2022 lalu, Satpol PP Kota Malang telah mengamankan sejumlah anak di bawah umur yang diduga korban eksploitasi yang diminta berjualan kue di pinggir jalan. Kini, hal serupa kembali banyak ditemukan di Kota Malang.
Ada dua lokasi yang terpantau menjadi tempat anak-anak berjualan kue hingga larut malam, yakni Jalan Besar Ijen dan Jalan Veteran. Saat didatangi Satpol PP, terdapat dua anak yang menjual jenis kue sama, yakni bakpao warna hijau. Mereka menjual kue tersebut dengan harga Rp2 ribu.
Kepada petugas Satpol PP Kota Malang, kedua anak yang masih di bawah umur tersebut mengaku bahwa mereka menjualkan kue milik tetangganya.
Baru Pulang saat Kue Habis
Alih-alih menawarkan dagangannya orang-orang di sekitar jalan tersebut, anak-anak itu tidak menunjukkan isyarat bahwa mereka tengah berjualan. Mereka duduk di tepi jalan dengan memangku kotak plastik berisi kue dagangannya. Sesekali mereka menyandarkan kepalanya di kotak plastik tersebut seolah sedang kelelahan.
Salah seorang anak yang berjualan kue itu mengungkapkan bahwa dirinya baru bisa pulang ke rumah saat kue dagangannya sudah habis. Ada kalanya menjelang tengah malam kue dagangannya baru habis, seperti dikutip dari akun Instagram @malangraya_info, Minggu (12/3/2023).
“Saya jualan kue ini dari jam 3 sore, pulangnya ya sampai sehabisnya. Kalau enggak habis, enggak pulang. Paling lama pernah sampai jam 11, rata rata habis jam 9 malam,” ujar anak berinisial F yang berjualan kue di Jalan Besar Ijen, Kota Malang.
Komentar Warganet

©2022 Merdeka.com/Freepik
Maraknya anak-anak di bawah umur diduga korban eksploitasi yang menjual kue di pinggir Jalan Besar Ijen dan Jalan Veteran Kota Malang itu menimbulkan iba warganet.
“Saya kok agak punya pikiran negatif ya. Anak-anaknya tergolong bersih hlo, enggak kumal. Ada pengelolanya kah?” selidik pemilik akun Instagram @anne_syalome_nugraeni.
“Waktu hujan gerimis aku lewat Jalan Ijen, mereka masih duduk di pinggir jalan gitu. Logikanya kenapa dia enggak berteduh dulu, pasti ada paksaan yang nuntut dia harus jualan seperti itu,” komentar @adetyaprdna.
“Dibawa ke Dinas Sosial, orang tuanya suruh jemput, dan ditanya juga orang tuanya. Tidak wajar aja pulang larut malam,” tulis @ninik_apologies.
“Yang dijual sama dan tersebar di beberapa titik. Mulai pagi sampai malem, enggak peduli hujan tetap di situ. Kayaknya emang ada eksploitasi anak,” komentar @olivia.widanti.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya