Kisah Calon Pekerja Pabrik Mi Gresik Bikin Miris, Bayar Mahal Hanya untuk Tes Antigen
Merdeka.com - Ratusan calon pekerja pabrik mi mengikuti tes antigen massal di Terminal Bunder, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa (18/1/2022) hingga Rabu (19/1/2022).
Namun, pelaksanaan tes antigen massal itu kemudian dibubarkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusna. Pasalnya, tes antigen massal itu dilakukan tanpa izin Dinas Kesehatan setempat.
“Kadinkes Gresik dr. hentikan kegiatan swab tes massal untuk calon pekerja pabrik mi di Terminal Bunder yang digelar tanpa izin,” tulis akun Instagram @infogresik, Kamis (20/1/2022).
Mayoritas dari Luar Daerah
View this post on InstagramTotal ada 697 calon pekerja yang dijadwalkan mengikuti tes antigen massal. Setiap calon pekerja diwajibkan membayar biaya senilai ratusan ribu rupiah untuk satu kali tes antigen.
Mayoritas calon pekerja yang direkrut PT Arsad Sumber Daya Mandiri itu berasal dari luar Kabupaten Gresik. Di antaranya Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto.
Pelaksana tes antigen massal itu diketahui merupakan salah satu klinik kesehatan di Kabupaten Mojokerto.
“Khusna menegur pelaksanaan swab antigen di ruang tertutup dan sempit dengan petugas hanya dua orang. Apalagi biaya yang dipatok juga di atas ketetapan pemerintah,” lanjut @infogresik.
Sementara itu, direktur PT Arsad Sumber Daya Mandiri, Ivo Vientina Kurnia Hastutie mengaku kantornya tidak. Oleh karena itu, pihaknya memilih menyelenggarakan tes antigen massal di Terminal Bunder.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya