Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketahui Ciri-ciri Anak Cacingan dan Cara Mengatasinya, Kenali Juga Penyebabnya

Ketahui Ciri-ciri Anak Cacingan dan Cara Mengatasinya, Kenali Juga Penyebabnya Ilustrasi anak sakit. ©Shutterstock.com/ Dmitry Naumov

Merdeka.com - Penyakit cacingan adalah infeksi usus yang disebabkan oleh cacing parasit kecil. Cacingan adalah infeksi umum yang menyerang jutaan orang setiap tahun, terutama pada anak-anak usia sekolah.

Terdapat banyak jenis cacing usus, tetapi yang paling umum adalah cacing kremi. Cacing kremi merupakan salah satu jenis cacing gelang yang banyak ditemukan pada anak usia prasekolah dan sekolah, namun seluruh golongan usia juga dapat tertular cacing ini.

Cacing kremi menyebabkan rasa gatal yang sangat di area anus, yang biasanya memburuk pada malam hari. Jika anak Anda terinfeksi cacing kremi, biasanya kondisi ini tidaklah terlalu serius dan dapat diobati dengan mudah dengan obat-obatan.

Infeksi cacing kremi bersifat menular. Cacing masuk ke tubuh ketika anak menelan atau menghirup telur cacing kremi mikroskopis. Telur-telur ini dapat ditemukan di tangan dan permukaan yang terkontaminasi, seperti seprai, handuk, pakaian (terutama pakaian dalam dan piyama), toilet, perlengkapan kamar mandi, makanan, peralatan makan dan mainan.

Untuk meningkatkan kewaspadaan akan serangan cacing pada anak Anda, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri anak cacingan beserta cara mengatasinya yang penting untuk diketahui.

Ciri-Ciri Anak Cacingan

Ciri-ciri anak cacingan yang paling umum adalah gatal di sekitar anus dan tidur menjadi gelisah. Rasa gatal biasanya bertambah parah pada malam hari karena cacing berpindah ke daerah sekitar anus untuk bertelur.

Pada anak perempuan, infeksi cacing kremi dapat menyebar ke vagina dan menyebabkan keputihan. Jika gatal melukai kulit, juga bisa menyebabkan infeksi bakteri pada kulit. Berikut adalah ciri-ciri anak cacingan yang dapat Anda deteksi, dikutip dari raisingchildren.net.au:

  • Gatal di sekitar bagian bawah dan/atau vagina, yang biasanya memburuk pada malam hari.
  • Timbul kemerahan di sekitar area bawah tubuh.
  • Anak menjadi gelisah.
  • Beberapa ciri-ciri anak cacingan lain yang cukup langka namun bisa terjadi adalah:

  • Cacing yang terlihat keluar dari anus, berukuran kecil, putih dan panjang sekitar 8-13 mm.
  • Anak mengalami sakit perut.
  • Vulvovaginitis.
  • Mual dan muntah.
  • Kontaminasi Cacing pada Anak-Anak

    Cacing yang biasa menyerang anak-anak disebut cacing kremi. Disebut demikian karena bentuk cacingnya seperti benang putih dengan panjang sekitar 1 cm. Cacing ini hidup di usus bagian bawah, tetapi mereka dapat keluar dari anus pada malam hari untuk bertelur di area antara pantat, yang menyebabkan pantat anak terasa sangat gatal. Diperkirakan satu cacing kremi betina dapat bertelur hingga 16.000 telur.

    Cacing kremi menyebar ketika anak-anak menggaruk pantatnya, menyebabkan telur terkumpul di bawah kuku. Anak kemudian membawa telur cacing kembali ke mulutnya dengan tangan. Telur juga bisa menyebar secara tidak langsung pada makanan, debu, atau barang lainnya. Telur cacing bisa bertahan hingga dua minggu di luar tubuh.

    Setelah anak-anak menelan telur cacing kremi, telur tersebut menetas di usus kecil dan cacing tersebut berpindah ke anusnya. Sebagai info tambahan, anak tidak dapat tertular cacing kremi dari hewan.

    Cara Mengatasi Cacingan pada Anak

    Cara mengatasi dan mengobati cacingan pada anak cenderung mudah dilakukan, melansir dari The Royal's Children Hospital Melborne. Anda dapat membeli obat cacing khusus anak yang dijual bebas di apotek.

    Obat-obatan seperti pyrantel (Combantrin) atau mebendazole (Banworm) sangat aman dan sering direkomendasikan untuk mengatasi cacingan pada anak. Ikuti petunjuk pada labelnya, dan ingat bahwa tindakan pencegahan khusus diberikan untuk anak di bawah usia dua tahun dan wanita hamil.

  • Obati juga semua anggota keluarga secara bersamaan dengan obat cacing, meskipun mereka tidak menunjukkan gejala apa pun. Orang dewasa juga bisa terkena cacing kremi.
  • Jika memungkinkan, anak-anak harus mandi pada malam setelah mereka minum obat, dan lagi keesokan paginya untuk mengeluarkan telur pada malam hari.
  • Sayangnya, infeksi cacing kremi berulang sangat umum terjadi. Untuk membantu mengurangi hal ini dan mencegah cacing kremi menyebar ke orang lain, Anda dapat melakukan beberapa tindakan pencegahan berikut:

  • Jaga agar anak tidak menggaruk-garuk pantatnya. Jika mereka harus menggaruk karena terlalu gatal, pastikan tangan tertutupi atau dibatasi oleh kain celana dan bukan langsung menyentuh kulit pantat.
  • Jaga kuku anak agar tetap bersih dan rapi. Cobalah untuk menghentikan anak dari kebiasaan menggigit kuku atau mengisap jempolnya.
  • Mintalah anak untuk mencuci tangan dan bawah kukunya secara menyeluruh setelah pergi ke toilet.
  • Cuci tempat tidur, handuk, dan mainan anak Anda dengan air panas.
  • Sedot debu lantai sesering mungkin untuk menghilangkan telur.
  • Bersihkan permukaan rumah yang mungkin disentuh anak-anak Anda, khususnya gagang pintu.
  • Cegah anak memakan makanan yang telah jatuh ke lantai.
  • (mdk/edl)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP