4 Alasan Warga Surabaya Hobi Bersepeda, Salah Satunya Ingin Dapat Pasangan
Merdeka.com - Beberapa tahun belakangan, aktivitas bersepeda semakin diminati masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah perkotaan. Selain berolahraga, tujuan orang bersepeda rupanya juga beragam.
Di Kota Surabaya, Jawa Timur jumlah pesepeda meningkat di tengah pandemi COVID-19. Masyarakat Kota Pahlawan itu memiliki sejumlah alasan tentang aktivitas bersepeda yang mereka lakukan. Salah satunya yakni berharap bertemu jodoh, seperti dikutip dari liputan6.com.
Berharap Dapat Pasangan

©Pixabay/SarahNic
Empat pria alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikosa) Almamater Wartawan Surabaya (AWS), Masrul Fajerin alias Cimenk, Kesar Utomo alias Glewo, Norman alias Cirenk dan Willy Irawan alias Bonyet mulai menggeluti hobi bersepeda musiman di tengah pandemi COVID-19.
Keempat pria tersebut mempunyai alasan yang berbeda-beda tentang hobi barunya. Mulai dari berganti olahraga hingga jomblo dan berharap menemukan jodoh saat bersepeda. Seperti apa yang dilakukan Cirenk dan Bonyet. Mereka mengaku bersepeda musiman karena masih jomblo.
"Ya barangkali bisa nemu jodoh aja saat bersepeda," ujar keduanya sambil tertawa.
Jadi Gaya Hidup

©Shutterstock.com/YanLev
Menurut pengisahan Cimenk, bersepeda di tengah pandemi COVID-19 bisa menjadi alternatif untuk menjaga kondisi tubuh supaya tidak semakin gemuk akibat pemberlakuan kerja dari rumah. Selain itu, bersepeda juga sudah menjadi gaya hidup.
"Saya dulu lebih sering futsal, terus pandemi banyak yang tutup akhirnya saya melihat banyak orang yang bersepeda tiap malam makin banyak akhirnya saya coba sepedaan malam hari dan beda ketika pandemi surabaya sepi udara lebih segar dan mungkin ini trend baru juga," ujar Cimenk.
Jaga Kesehatan

©2014 Merdeka.com/Shutterstock/connel
Sementara itu, Kegemaran Glewo bersepeda bertujuan untuk mencari keringat dan menjaga kondisi tubuh. Melakukan pekerjaan dari rumah membuatnya kurang bergerak, sehingga muncullah inisiatif untuk bersepeda.
"Ya biar berkeringat dan badan bergerak karena ini kan pandemi kita tetap jaga kesehatan dan kondisi, plus supaya tidak semakin melebar badan karena terlalu lama work from home," ucapnya.
Mereka berempat biasanya janjian bertemu di depan pos polisi Taman Bungkul Surabaya. Selanjutnya bersepeda berkeliling kota dengan rute Raya Darmo, Gubernur Suryo, Bambu Runcing dan kembali ke Taman Bungkul.
Ada Lajur Khusus

©2017 Merdeka.com
Sementara itu, sepanjang Jalan Tunjungan Kota Surabaya, Jawa Timur, ditambah lajur khusus untuk warga yang bersepeda pada saat malam hari. Penambahan jalur khusus itu supaya para pesepeda tetap menjaga protokol kesehatan selama pandemi COVID-19.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat menjelaskan penambahan lajur khusus pesepeda supaya mereka lebih tertib dan aman. Traffic cone dibuat untuk melindungi para pesepeda serta memisahkannya dari kendaraan bermotor, sebagaimana dikutip dari ANTARA (28/6).
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya