23 Oktober 1942: Dimulainya Pertempuran Lapangan Udara Henderson saat Perang Dunia 2
Merdeka.com - Pertempuran Lapangan Udara Henderson, atau juga dikenal sebagai Pertempuran Lapangan Henderson atau Titik Lunga oleh Jepang, terjadi pada 23 Oktober hingga 26 Oktober 1942 di dan sekitar Guadalkanal, Kepulauan Solomon.
Pertempuran tersebut adalah pertempuran darat, laut, dan udara dari kampanye Pasifik Perang Dunia II dan terjadi antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dengan pasukan Sekutu (terutama Marinir dan Angkatan Darat AS).
Pertempuran ini adalah yang ketiga dari tiga serangan darat besar yang dilakukan oleh Jepang selama kampanye Guadalkanal. Tentara Hyakutake melakukan banyak serangan selama tiga hari di berbagai lokasi di sekitar Lunga perimeter, tetapi semua dipukul mundur dengan kerugian besar bagi para penyerang Jepang.
Pada saat yang sama, pesawat Sekutu yang beroperasi dari Lapangan Henderson berhasil mempertahankan posisi AS di Guadalcanal dari serangan angkatan udara dan laut angkatan laut Jepang. Pertempuran tersebut merupakan serangan darat serius terakhir yang dilakukan oleh pasukan Jepang di Guadalkanal.
Setelah upaya untuk mengirimkan bala bantuan lebih lanjut gagal selama Pertempuran Laut Guadalcanal pada November 1942, Jepang mengakui kekalahan dalam perjuangan untuk pulau itu dan berhasil mengevakuasi banyak pasukan yang tersisa pada minggu pertama Februari 1943.
Kampanye Guadalkanal sangat penting dalam teater operasi Pasifik. Peristiwa ini menandai berakhirnya ekspansi dan kekuasaan Jepang, dan mengubah arus menuju kemenangan Sekutu dan akhirnya kemenangan bagi demokrasi. Berikut sejarah lengkapnya, dilansir darinewworldencyclopedia.org.
Latar Belakang Pertempuran
Pertempuran untuk memperebutkan lapangan udara Henderson yang juga dikenal dengan nama Battle for Henderson Field terjadi pada hari ini, yakni tanggal 23 Oktober 1942 lalu. Pertempuran berlangsung selama 4 hari, dan terjadi di darat, laut dan udara pada kampanye Pasifik Perang Dunia II yang melibatkan Angkatan Darat dan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang serta pasukan Sekutu (terutama Marinir dan Angkatan Darat Amerika Serikat).
Pasukan Sekutu memperoleh pijakan penting di Kepulauan Solomon pada Agustus 1942 setelah invasi yang berhasil ke Guadalkanal. Mereka mempertahankan perimeter Lunga untuk melindungi Lapangan Udara Henderson di Guadalkanal, yang telah direbut dari Jepang oleh Sekutu pada pendaratan di Guadalkanal tanggal 7 Agustus 1942.
Sementara hal ini memberikan Sekutu basis operasi, termasuk lapangan terbang, Jepang juga masih memiliki kehadiran di Guadalcanal. Pasukan Jepang di bawah pimpinan Hyakutake dikirim ke Guadalkanal dengan misi untuk menghadapi pendaratan Sekutu dan untuk merebut kembali lapangan terbang tersebut serta mengusir pasukan Sekutu dari Guadalkanal.
Kemenangan Pihak Sekutu
Jepang menguasai jalur pantai barat laut Guadalcanal, sementara Sekutu menguasai pantai utara tengah yang berdekatan. Lingkungan tropis yang parah membuat operasi darat menjadi rumit bagi kedua belah pihak, dan tidak ada yang memiliki kekuatan untuk mengalahkan yang lain dalam serangan darat.
Dari Agustus 1942 hingga pertengahan Oktober, pasukan Jepang regional melakukan upaya besar untuk mendarat dan mempertahankan kekuatan yang lebih besar di Guadalkanal. Meski demikian, jalur suplai Jepang lebih lemah, tanpa fasilitas lapangan terbang atau pelabuhan, dan jauh dari basis suplai.
Sementara itu, di ujung barat sektor Sekutu, Lapangan Henderson merupakan elemen kunci untuk melanjutkan kekuatan Sekutu di wilayah tersebut. Kekalahan di laut atau kehilangan Henderson Field bisa menghancurkan upaya Amerika. Mereka lantas melakukan berbagai upaya meningkatkan posisi sebagai pangkalan yang aman, dan untuk memperkuat pertahanannya.
Pada pertempuran tersebut, pasukan Angkatan Darat dan Marinir Amerika Serikat yang berada dibawah komando Mayjen Alexander Vandegrift, berhasil menangkal serangan dari Pasukan ke-17 Jepang dibawah komando Letjen Harukichi Hyakutake. Pertempuran Lapangan Udara Henderson merupakan ofensif darat serius yang terakhir dilakukan oleh pasukan Jepang di Guadalkanal saat Perang Dunia 2.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya