Uniknya Kartun Buatan Mahasiswa Udinus, Punya Karakter Lokal yang Kuat
Merdeka.com - Latar perdesaan menjadi daya tarik dari film animasi karya mahasiswa dan dosen Program Studi Animasi Diploma 4 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, berjudul “Si Warik”. Tema yang diusung pun unik, yakni kearifan lokal setempat.
Dikutip dari ANTARA, Minggu (19/2) film ini dibuat secara berseri, dan telah ditayangkan perdana di bioskop pada Kamis (16/2). Film ini pun membawa pesan khusus kepada para penonton khususnya anak-anak.
"Dalam kurun waktu enam bulan ini sudah dihasilkan empat episode 'Si Warik'," kata Ketua Panitia Peluncuran "Si Warik", Nita Virena Nathania.
Angkat Karakter Lokal yang Kuat

Film Si Warik karya mahasiswa dan dosen Udinus Semarang ©2023 YouTube Udinus Animasi/Merdeka.com
Nita mengungkapkan, Si Warik menampilkan sisi lokal khas Semarang yang kuat. Salah satu yang kental terlihat adalah dialog antara tokohnya. Adapun animasi ini diisi oleh tiga karakter khas, yang pertama Si Warik, lalu Dian, dan Endog.
Si Warik digambarkan sebagai sosok anak laki-laki yang memakai kostum hewan berwarna merah, lalu Dian yang mengenakan pakaian serba biru, dan Endog sebagai robot dengan tingkat kecerdasan tinggi.
Nama Dian sendiri, diambil dari sempilan kampus Dian Nuswantoro. Film ini pada Rabu lalu telah ditayangkan di Bioskop XXI Mal Tentrem, Semarang.
Bawa Pesan untuk Menjaga Alam
Film Si Warik menyisipkan pesan soal kelestarian dan keragaman alam yang harus dijaga oleh manusia. Diharapkan selain bisa menonton film yang menghibur, anak-anak juga bisa mendapat nilai kehidupan.
"Si Warik" berisi pesan tentang pengetahuan dan pendidikan bagi anak-anak di Indonesia.” terang Nita lagi.
Proses produksi film ini terbagi atas beberapa tahapan. Untuk penggambaran animasi juga penataan musik, dikerjakan oleh mahasiswa D4 Udinus Semarang, Jawa Tengah. "Hanya untuk pengisi suara masih dari luar, namun diisi oleh sosok yang memiliki karakter Semarang dalam berdialog," ujarnya.
Tuai Apresiasi
Film ini mendapat apresiasi dari Rektor Udinus Semarang, Edi Noersasongko karena memiliki karakter dan desain produksi yang kuat.
"Prosesnya mulai dari menggambar secara berurutan hingga menjadi satu cerita," katanya. Edi berharap agar film animasi "Si Warik" bisa sejajar dengan film-film animasi terkenal lainnya. Menurutnya, karya dosen dan mahasiswanya ini memiliki teknis produksi yang unggul serta menjadi pemacu untuk mahasiswa lainnya dalam membuat karya yang luar biasa. Selain rektor, Si Warik juga mendapat apresiasi dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim dan dianggap sebagai karya inovasi menarik di bidang animasi dalam negeri.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya