Tawarkan Wisata Edukasi Tembakau, Temanggung Luncurkan Desa Wisata Ini
Merdeka.com - Kabupaten Temanggung di Jawa Tengah selama ini terkenal sebagai salah satu penghasil tembakau terbaik di Indonesia. Kualitas tembakau di sana sudah tak perlu diragukan lagi. Namun hingga kini pengetahuan masyarakat tentang tembakau khas Temanggung masih dirasa kurang.
Hal itulah yang membuat petani tembakau di Desa Tlilir, Tlogomulyo, Temanggung, meluncurkan wisata edukasi kampung tembakau dengan menyuguhkan sejarah, jenis, dan serba-serbi tembakau di lereng Gunung Sumbing.
Kepala Desa Tlilir, Faturohman, mengatakan, dengan adanya kampung wisata edukasi ini, pengunjung dapat mengetahui pengolahan tembakau dan jenis tembakau yang selama ini dibudidayakan oleh petani setempat.
“Ini baru pertama kali di Temanggung, bahkan di Indonesia,” kata Faturohman dikutip dari ANTARA pada Rabu (15/12). Berikut selengkapnya:
Museum Tembakau

©2019 Merdeka.com/Abdul Aziz
Faturohman menjelaskan bahwa Desa Tlilir merupakan salah satu sentra penghasil tembakau di Temanggung. Tembakau srintil yang menjadi tembakau kualitas terbaik dunia juga dihasilkan dari petani di Desa Tlilir.
"Temanggung memang kabupaten penghasil tembakau. Namun, tidak semua desa atau daerah menghasilkan tembakau dengan kualitas terbaik. Maka dari itu, wisata edukasi ini kami namai wisata edukasi kampung mbako," kata Faturohman.
Ia menuturkan bahwa di kampung edukasi mbako akan ada museum tembakau yang memajang berbagai tembakau asli hasil olahan petani, alat-alat untuk pengolahan tembakau, dan berbagai barang lainnya yang berkaitan dengan tembakau.
Munculnya Gagasan Desa Wisata

©Bolehmerokok.com
Faturohman menjelaskan bahwa tembakau mempunyai cerita panjang, mulai dari pengolahan, varietas atau jenis, musim, hingga harga jual tembakau di setiap musimnya. Hal inilah yang nantinya bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan.
"Saat tanam ada tradisi khusus, saat pengolahan juga menjadi salah satu objek wisata edukasi karena tidak semua masyarakat mengetahui pengolahan tembakau, apalagi tembakau srintil," katanya.
Ia mengaku gagasan untuk membuat kampung tembakau ini muncul dari petani. Dengan gagasan ini, ke depan diharapkan bisa menjadi salah satu upaya peningkatan kesejahteraan petani.
Berusaha Mandiri

©©2019 Merdeka.com/Abdul Aziz
Faturohman mengatakan, gagasan adanya kampung edukasi itu merupakan upaya dari para petani tembakau di desanya untuk mandiri. Dengan adanya kampung itu, tembakau hasil produksi mereka tak hanya dijual ke pabrik, namun juga bisa dijual kepada para wisatawan sebagai oleh-oleh dengan harga jual yang lebih baik.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Saltiyono Atmaji menyambut baik peluncuran wisata edukasi kampung mbako ini karena akan menambah warna objek wisata di Temanggung.
"Kampung mbako ini akan menonjolkan potensi tembakau yang ada di Desa Tlilir karena Tlilir merupakan penghasil tembakau terbaik. Kampung mbako nantinya akan didukung dengan keberadaan museum tembakau," kata Saltiyono dikutip dari ANTARA.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya