Tabligh Adalah Kegiatan Menyampaikan Ajaran Allah Kepada Umat, Ketahui Tujuannya
Merdeka.com - Sebagian besar umat muslim tentu sudah tidak asing dengan istilah tabligh. Tabligh adalah suatu kegiatan yang biasanya digelar dalam bentuk pengajian. Di Indonesia, kegiatan tabligh sering kali diadakan di hari perayaan-perayaan besar. Mulai dari perayaan Isra’ Mi’raj, Maulud Nabi, maupun perayaan tahun baru Islam.
Untuk Baca Alquran Klik di Sini:
Dalam kegiatan ini, biasanya terdapat seorang penceramah yang membawakan materi pengajian. Materi yang dibawakan pun bisa beragam. Baik disesuaikan dengan tema yang diangkat dalam kegiatan tabligh, maupun disesuaikan dengan peringatan hari besar dalam agama Islam. Kegiatan ini pun dapat dihadiri secara terbuka oleh seluruh umat muslim.
Dalam pelaksanaan kegiatan tabligh, mubaligh atau seseorang penceramah dapat menyampaikan materi secara lisan dan tulisan. Di sini, mubaligh juga dapat membangun suasana interaksi yang aktif dengan jamaah. Sehingga penyampaian materi tabligh bisa tersampaikan dengan baik. Hal ini dilakukan tentu saja untuk mencapai tujuan tabligh dengan optimal.
Lalu bagaimana pengertian tabligh secara lebih jelas, dan seperti apa kedudukan serta tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan tabligh. Dirangkum dari Jurnal “Persiapan Mubaligh dalam Mengemas Materi Tabligh” Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, IAIN Batusangkar, berikut kami rangkum pengertian, kedudukan serta tujuan tabligh adalah sebagai berikut.
Pengertian Tabligh

©2019 Merdeka.com
Dilihat dari arti katanya, tabligh berarti menyampaikan atau penyampaian. Sedangkan secara istilah, tabligh adalah kegiatan menyampaikan ajaran Allah dan Rasul kepada orang lain atau umat muslim. Dalam hal ini, hukum tabligh tercantum dalam QS. Al Maidah ayat 67:
“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu…”
Selain itu, hukum tabligh juga termuat dalam QS Al-Ahzab ayat 39 yaitu sebagai berikut :
“(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. dan cukuplah Allah sebagai Pembuat perhitungan.”
Dalam kegiatan tabligh ini, seorang mubaligh atau penceramah menyampaikan materi ajaran-ajaran islam yang bersumber pada Al-Quran dan hadist yang berupa ajaran sunnah dari Rasulullah. Di sini, materi dapat disampaikan melalui lisan maupun lisan dan tulisan.
Dalam praktiknya, mubaligh mempunyai kesempatan secara leluasa untuk membangun suasana tabligh yang aktif dan kreatif. Sehingga materi yang dibawakan dapat tersampaikan dengan baik kepada jamaah tabligh.
Kedudukan Tabligh
Setelah mengetahui pengertian tabligh, berikutnya periu diketahui pula bagaimana kedudukan tabligh dalam agama Islam. Dalam hal ini, tabligh mempunyai dua kedudukan dalam sistem dakwah yaitu tabligh sebagai bagian dari sistem dakwah dan tabligh sebagai operasional dakwah. Penjelasan kedudukan tabligh adalah sebagai berikut :
- Kedudukan tabligh sebagai bagian dari sistem dakwah karena terdapat beberapa unsur-unsur dakwah yang termuat dalam komponen unsur tabligh. Namun terdapat beberapa unsur dakwah yang tidak dimiliki tabligh. Contohnya media, di mana dakwah mempunyai banyak media sebagai perantara penyampaian materi sedangkan tabligh hanya terbatas pada media lisan dan tulisan saja.
- Kedudukan tabligh sebagai operasional dakwah, di mana ajaran Islam tidak dapat didengar, dilihat, dibaca, dipahami, dan dihayati jika tidak disampaikan secara lisan dan tulisan. Dengan begitu, dapat dipahami bahwa tabligh adalah suatu media atau sistem operasional untuk menyampaikan materi tentang ajaran-ajaran Islam.
Tujuan Tabligh

©2019 Liputan6.com
Setelah memahami pengertian dan kedudukan tabligh, berikutnya terdapat tujuan tabligh yang tidak kalah penting untuk diketahui. Tujuan tabligh adalah merealisasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Baik dalam kehidupan seseorang secara individu maupun dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Dalam hal ini, tujuan tabligh tidak lain untuk mencapai kebahagiaan, ketentraman, dan ketenangan dalam hidup.
Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa kegiatan tabligh dilakukan dengan tujuan untuk menyampaikan risalah atau ajaran Allah dan Rasul kepada seluruh umat muslim sehingga dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya itu, kegiatan tabligh ini juga bermaksud untuk membangun kepribadian umat dengan iman Islam yang baik dan kuat.
Sasaran Tabligh
Kemudian dalam praktiknya, kegiatan tabligh mempunyai sasaran tersendiri. Sasaran tabligh ini didasarkan pada metode lisan dan tulisan yang menjadi medianya. Dalam hal ini, sasaran tabligh adalah tercapainya transformasi atau penyampaian nilai-nilai keagamaan yang baik di tengah umat Islam.
Di sini, mubaligh dapat membangun suasana tabligh yang kreatif dan relevan agar pesan dapat tersampaikan dengan baik kepada seluruh umat. Namun hal ini tetap memperhatikan cara komunikasi yang baik dan ideal dalam berdakwah.
Hubungan Mubaligh dengan Jamaah dalam Kegiatan Tabligh

©2019 Liputan6.com
Dalam kegiatan tabligh, hubungan mubaligh dengan jamaah menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Hubungan mubaligh yang terjalin dengan baik kepada jamaah, menjadi faktor pendukung tercapainya tujuan tabligh dengan baik. Di mana jamaah dapat memahami dengan baik setiap poin ajaran Islam yang disampaikan dalam materi tabligh.
Di sini, antara mubaligh dengan jamaah harus mempunyai hubungan emosi dan batin yang mengikat atau intens. Tujuannya paling tidak untuk memberikan keyakinan yang mantap kepada jamaah terhadap isi materi yang disampaikan mubaligh dalam kegiatan tabligh. Sehingga jamaah dapat memahami dan menghayati dengan baik serta dapat mengamalkan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
(mdk/ayi)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya