Selain Covid-19, Ini 7 Virus Paling Mematikan di Dunia

Kamis, 2 April 2020 13:29 Reporter : Jevi Nugraha
Selain Covid-19, Ini 7 Virus Paling Mematikan di Dunia Ilustrasi virus. ©Shutterstock.com/Mopic

Merdeka.com - Virus Corona atau Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 935, 000 jiwa di seluruh dunia. Hingga kamis pagi (02/04) situs worldmaters mencatat angka kematian telah mencapai 47, 819 jiwa.

World Health Organization (WHO) secara resmi telah menetapkan Covid-19 sebagai sebuah pandemi, menandakan bahwa Covid-19 telah menyebar ke seluruh dunia dan di luar kendali.

WHO memperkirakan kasus infeksi Covid 19 akan terus meningkat. Pasalnya penyebaran virus corona terjadi sangat cepat dan menyebar ke seluruh dunia.

Selain Covid-19, banyak penyakit yang menyebabkan angka kematian besar di dunia. Ini dia 6 penyakit paling mematikan yang pernah melanda dunia.

1 dari 6 halaman

Ebola

zika

2016 Merdeka.com

Ebola menjadi salah satu jenis virus yang paling mematikan di dunia. Awal kemunculan virus ini terjadi pada tahun 1974 di Sudan dan Republik Demokratik Kongo. Virus ini ditandai dengan gejala yang hampir sama dengan penyakit lain, seperti flu, demam tifoid dan malaria.

Dilansir dari laman Healthline, Virus Ebola tidak dapat ditularkan melalui udara atau sentuhan tangan, melainkan kontak langsung melalui cairan. Seseorang akan mengalami risiko tertular melalui keringat, air liur, hingga sperma. Gejala paling parah terinfeksi Ebola yaitu nyeri otot, sakit perut hingga pendarahan.

2 dari 6 halaman

HIV

Human immunodeficiency virus (HIV) menjadi virus yang paling dikenal oleh masyarakat dunia. Pasalnya virus atau penyakit mematikan ini terjadi di zaman modern. WHO mencatat sebanyak 75 juta orang terinfeksi virus ini.

ilustrasi hiv aids

Shutterstock/wavebreakmedia

Dilansir dari laman Medicalnewstoday, HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh atau merusak sel CD4. Apabila tidak segera ditangani virus ini akan berkembang menjadi Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) . Tahap ini merupakan stadium akhir terinfeksi HIV, sehingga tubuh sudah tidak mampu melawan infeksi ini.

3 dari 6 halaman

Merburg

Merburg merupakan virus paling mematikan di dunia yang dapat menyerang hewan dan manusia. Virus ini dapat menyebabkan seseorang mengalami demam berdarah hingga menyebabkan kematian.

Hampir sama seperti Ebola, virus Marburg dapat menyebar dan menular melalui kontak cairan tubuh, seperti air liur, keringat hingga darah.

4 dari 6 halaman

Pandemi Flu 1918

ilustrasi influenza

Shutterstock.com/Pressmaster


Pandemi Flu 1918 atau biasa disebut Flu Spanyol menjadi salah satu pandemi paling mematikan di dunia. Pandemi ini menyebar mulai dari tahun 1918 hingga 1919. Hal ini disebabkan karena virus H1N1 dengan gen yang berasal dari burung.

Menurut CDC jumlah orang yang terinfeksi virus ini telah mencapai 500 juta dengan jumlah kematian sebanyak 50 juta jiwa di seluruh dunia.

5 dari 6 halaman

Hantavirus

002 destriyana

2015 Merdeka.com/shutterstock/Gallinago_media

Hantavirus merupakan jenis penyakit yang dapat ditularkan dari hewan kepada manusia. Virus ini pada umumnya dibawa oleh hewan pengerat, seperti tikus rusa, tikus padi hingga tikus kapas.

Gejala umum yang dirasakan saat terinfeksi Hantavirus diantaranya sakit kepala, pusing, diare hingga terjadi gagal ginjal.

6 dari 6 halaman

Rabies

ilustrasi anjing german shepherd

2020 Merdeka.com/www.pixabay.com

Rabies menjadi salah satu jenis virus yang cukup mematikan di dunia, pasalnya virus ini dapat menyebabkan infeksi otak dan sistem saraf.

Penularan Virus Rabies dapat disebabkan melalui gigitan anjing, air liur hingga gigitan. Selain itu, cara penularanya juga bisa melalui hewan lain, seperti musang dan kera.

Gejala awal ketika seseorang terinfeksi Rabies adalah mengalami demam, sakit kepala hingga otot melemah. Hingga kini belum ada metode yang pasti untuk mengatasi seseorang yang telah terinfeksi dan menimbulkan gejala. Sehingga harus segera dilakukan penanganan saat seseorang terkena gigitan anjing.

[jen]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini