Ribuan Warga Terdampak, Ini 4 Fakta Tumpahan Minyak Cemari Perairan Cilacap

Kamis, 30 Juni 2022 13:30 Reporter : Shani Rasyid
Ribuan Warga Terdampak, Ini 4 Fakta Tumpahan Minyak Cemari Perairan Cilacap Tumpahan minyak cemari Pantai Nusakambangan. ©YouTube/Liputan6

Merdeka.com - Pada Senin (27/6) sore, tumpahan minyak mengotori perairan Cilacap, khususnya di kawasan Sungai Donan. Tumpahan minyak itu pertama kali diketahui nelayan pada pukul 17.30, hingga akhirnya pada pukul 19.00 mulai tercium bau menyengat.

“Tadi pagi (28/6) ada angin dari timur ke barat. Sehingga banyak tumpahan minyak yang mengumpul di Sungai Donan sekitar Dermaga Wijayapura atau Dermaga Batre ini,” kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap, Sarjono dikutip dari ANTARA.

Ia menduga tumpahan minyakitu berasal dari Pertamina. Apalagi sebelum terjadi tumpahan minyak, di Area 70 Pertamina Cilacap sedang ada aktivitas bongkar muat minyak dari pipa penyalur ke kapal tanker.

2 dari 5 halaman

Sumber Tumpahan Minyak

tumpahan minyak cemari pantai nusakambangan

©YouTube/Liputan6

Sementara itu Area Manager Communication, Relations, dan CSR PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap, Cecep Supriyatna, mengatakan berdasarkan fisiknya, tumpahan tersebut merupakan minyak mentah. Ia sendiri belum tahu dari mana sumber tumpahan itu.

Lebih lanjut, Cecep mengatakan bahwa pihaknya segera mengerahkan tim untuk mencari sumber tumpahan serta melakukan pembersihan minyak. PT KPI RU IV Cilacap melakukan pembersihan dengan melokalisasi tumpahan minyak tersebut menggunakan oil boom jika kondisi mendukung. Setelah dilokalisasi, tumpahan itu disedot dan dipisahkan dari air dengan menggunakan oil skimmer sebelum dimasukkan kembali ke slot tangki.

“Kami semalaman melakukan pembersihan sebisa mungkin. Karena kondisi angin dan ombaknya, pembersihan tidak bisa maksimal. Kondisi cuaca malam itu memang luar biasa sekali,” kata Cecep dikutip dari ANTARA pada Selasa (28/6).

3 dari 5 halaman

Area Terdampak Tumpahan Minyak

tumpahan minyak cemari pantai nusakambangan
©YouTube/Liputan6

Cecep mengatakan, berdasarkan pantauan menggunakan drone, area terdampak tumpahan minyak sebenarnya tidak terlalu luas, yaitu hanya berada di sekitaran Dermaga Batre. Sementara itu volume minyak yang tumpah diperkirakan sekitar 1.900 liter.

Terkait dengan minyak yang berhasil dikumpulkan nelayan maupun warga, Cecep mengatakan bahwa pihaknya akan menyaringnya dan memisahkannya dengan air, lalu kembali dimasukkan ke dalam tangki. Dia juga tengah mendata jumlah warga yang terlibat dalam kegiatan pembersihan tersebut untuk nantinya diberikan kompensasi.

“Saat ini kami masih fokus pada upaya penanggulangan. Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait langkah selanjutnya,” kata Cecep.

4 dari 5 halaman

Warga Kerja Bakti Bersihkan Minyak

tumpahan minyak cemari pantai nusakambangan
©YouTube/Liputan6

Demi menjaga kebersihan lingkungan, ratusan warga dan nelayan melakukan kerja bakti membersihkan tumpahan minyak di Sungai Donan. Di antara mereka ada yang mengumpulkan tumpahan minyak dengan gayung lalu memasukkannya ke dalam ember. Ada pula yang menggunakan perahu untuk mengumpulkan tumpahan minyak ke tengah selat.

“Kami bersama warga lainnya berupaya mengumpulkan tumpahan minyak. Nantinya minyak yang sudah terkumpul akan diambil oleh pihak Pertamina,” kata Satiman, warga Kelurahan Tambakreja, Cilacap.

5 dari 5 halaman

Ribuan Warga Terdampak

tumpahan minyak cemari pantai nusakambangan
©YouTube/Liputan6

Tumpahan minyak ini mengakibatkan matinya biota laut termasuk ikan di Pantai Cilacap. Dua wilayah yang terdampak tumpahan minyak mentah ini adalah Kelurahan Tambakreja dan Sentolo Kawat.

Dua ribu lebih warga di kedua kelurahan itu menggantungkan hidup sebagai nelayan. Akibat tumpahnya minyak itu, mereka ikut terdampak karena sebagian biota laut yang biasa mereka tangkap mati.

“Makanya saya minta untuk pihak Pertamina untuk secepatnya membersihkan hari ini,” kata Sarjono dikutip dari YouTube Liputan6 pada Kamis (30/6).

[shr]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jateng
  3. DIY
  4. Berita
  5. Cilacap
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini