Keindahan Desa Tertinggi di Pekalongan yang Selalu Berselimut Kabut, Berada pada Ketinggian di Atas 1.000 MDPL

Perkampungan di sana setiap hari tertutup kabut dan mayoritas warganya adalah petani.

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Keindahan Desa Tertinggi di Pekalongan yang Selalu Berselimut Kabut, Berada pada Ketinggian di Atas 1.000 MDPL
Keindahan Desa Tertinggi di Pekalongan yang Selalu Berselimut Kabut, Berada pada Ketinggian di Atas 1.000 MDPL (Merdeka.com)

Perkampungan di sana setiap hari tertutup kabut dan mayoritas warganya adalah petani.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bagian selatan Kabupaten Pekalongan merupakan kawasan pegunungan yang merupakan bagian dari Dataran Tinggi Dieng. Perkampungan di sana setiap hari tertutup kabut dan mayoritas warganya adalah petani.


(Foto: YouTube Brent Sastro)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Perkampungan di sana juga memiliki keindahan yang tiada tara. Namun akses jalan ke kampung-kampung yang berada di kawasan pegunungan itu bukan main susahnya. Medan curam dan jalan yang rusak menjadi tantangan bagi pengendara manapun.

Namun hal itu tak menghalangi tekad pemilik YouTube Brent Sastro untuk berkunjung ke salah satu kampung di sana, yaitu Kampung Igirgede, Desa Simego, Kecamatan Petungkriyono, Pekalongan. Berdasarkan penuturan pemilik kanal YouTube itu, Kampung Igirgede merupakan kampung yang letaknya tertinggi di Kabupaten Pekalongan.

Kampung Igirgede dapat ditempuh dua jam perjalanan dengan sepeda motor dari Dieng atau sekitar 20 kilometer.
Walaupun akses jalannya sulit, namun anak-anak di sana sudah bisa bawa motor sendiri.

Salah seorang bocah kelas 5 SD bahkan sehari-hari berangkat sekolah dengan mengendarai motor trail. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Menurut penuturan warga setempat, kampung itu kurang lebih terdapat 60 rumah. Akses jalan di kampung itu sudah beralaskan semen. Beberapa akses jalan dibuat menuju ladang warga.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dari ladang yang lokasinya berada di tempat yang lebih tinggi, atap-atap rumah warga terlihat. Saat Brent Sastro berkunjung ke kampung itu, anak-anak di sana sedang libur sekolah. Mereka memanfaatkan waktu dengan bermain-main di sekitar rumah.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Salah seorang warga memiliki kendaraan ATV untuk aktivitas sehari-hari. Dia bernama Pak Warnoto. Saat ditemui, Pak Warnoto baru pulang dari ladangnya.
“Ini saya baru saja panen. Tapi ini mau pulang dulu,” kata Pak Warnoto. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Walaupun berada di pelosok desa, rumah-rumah di Kampung Igirgede tampak bagus. Hasil tani yang melimpah membuat mereka bisa hidup sejahtera. Setidaknya ada beberapa hasil tani dari kampung itu seperti kentang, wortel, seledri, dan jagung.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bukit-bukit mengelilingi kampung itu. Perlahan-lahan kabut datang dan mulai menyelimuti perkampungan. Di ladang, para petani sedang mempersiapkan panen. Dari masa tanam ke masa tani membutuhkan waktu 100 hari.

Rekomendasi