Mengatur keuangan rumah tangga merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tidak hanya penting untuk mencapai keamanan finansial, tetapi juga untuk menjaga keharmonisan hubungan di antara pasangan.
Dalam Islam, mengatur keuangan rumah tangga bukan hanya sebatas memenuhi peran masing-masing, baik peran suami maupun istri. Mengatur keuangan rumah tangga dalam Islam adalah bagaimana cara membentuk kerja sama yang baik dari setiap pasangan untuk mewujudkan kehidupan keluarga yang sejahtera.
Dalam hal ini, terdapat beberapa cara mengatur keuangan dalam rumah tangga yang perlu diperhatikan setiap pasangan. Mulai dari membuat prioritas keuangan, menerapkan gaya hidup yang hemat dan sederhana, kontribusi istri dalam keuangan rumah tangga, hingga membuat tujuan keuangan keluarga.
Bagi pasangan yang baru saja menikah, berbagai cara mengatur keuangan rumah tangga dalam Islam ini penting untuk dipahami. Bukan hanya pasangan muda, tetapi ini juga perlu diperhatikan bagi pasangan suami istri yang telah lama menikah, sebagai acuan untuk mengetahui apakah sistem keuangan keluarga yang diterapkan saat ini sudah baik atau masih terdapat banyak kekurangan.
Dari berbagai sumber, berikut kami merangkum beberapa cara mengatur keuangan rumah tangga dalam Islam yang perlu Anda perhatikan.
Advertisement
Mengatur Keuangan Rumah Tangga: Membuat Prioritas, Menerapkan Gaya Hidup Sederhana
Membuat Prioritas
Cara mengatur keuangan rumah tangga dalam Islam yang pertama perlu dilakukan adalah membuat prioritas. Anda dan pasangan perlu memahami berbagai macam kebutuhan dalam keseharian keluarga. Kemudian dari daftar kebutuhan tersebut, disusun prioritas berdasarkan kebutuhan wajib dan paling utama dipenuhi hingga kebutuhan yang sifatnya tidak mendesak.
Dalam Islam, terdapat empat prioritas keuangan yang bisa dijadikan acuan, yaitu zakat atau sedekah, tabungan, utang, dan belanja kebutuhan rumah tangga. Belanja kebutuhan rumah tangga ini masih bisa dipecah menjadi beberapa kategori, yaitu kebutuhan primer atau kebutuhan pokok sehari-hari, kebutuhan sekunder yang bisa dipenuhi setelah kebutuhan primer, dan kebutuhan pelengkap yang sifatnya menambah kebaikan.
Menerapkan Gaya Hidup Sederhana
Cara mengatur keuangan rumah tangga dalam Islam selanjutnya yaitu menerapkan gaya hidup sederhana. Seperti diketahui, boros adalah sifat yang dibenci oleh Allah karena dapat memberikan berbagai macam masalah dan kerugian. Dalam Islam, umat muslim dianjurkan untuk hidup sederhana, hemat, dan bijak dalam mengatur keuangan sehari-hari.
Dengan menyusun skala prioritas kebutuhan, Anda dan pasangan bisa memiliki acuan yang baik dalam memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari. Setelah kebutuhan primer tercukupi, maka bisa dilanjutkan dengan kebutuhan sekunder atau pelengkap. Namun ini dilakukan tetap dengan sikap yang bijak, di mana Anda perlu mempertimbangkan berbagai macam pilihan serta tidak berperilaku kompulsif dan kompulsif dalam membelanjakan uang.
Advertisement
Mengatur Keuangan Rumah Tangga: Peran Istri Membantu Suami, Seimbangkan Pendapatan dan Pengeluaran
Peran Istri Membantu Suami
Cara mengatur keuangan rumah tangga dalam Islam berikutnya yaitu peran istri membantu suami. Dalam Islam, istri memang tidak berkewajiban dalam memenuhi kebutuhan keluarga, melainkan ini adalah tanggung jawab seorang suami. Sehingga hukumnya, uang istri adalah miliknya sendiri.
Meski begitu, dalam Islam keluarga bukan hanya soal peran dan tanggung jawab, melainkan bagaimana cara setiap pasangan membangun kerja sama yang baik. Artinya, jika istri bekerja dan berpenghasilan maka baik baginya untuk mendukung suami dari segi finansial. Suami tetap melakukan kewajibannya dalam pemenuhan kebutuhan keluarga, namun jika terdapat kendala, maka istri dapat membantu.
Seimbangkan Pendapatan dan Pengeluaran
Cara mengatur keuangan rumah tangga dalam Islam juga perlu dilakukan dengan menyeimbangkan pendapatan dan pengeluaran. Dalam hal ini, penting bagi setiap pasangan untuk mengatur keuangan seefisien mungkin dengan berpedoman pada skala prioritas kebutuhan yang telah dibuat.
Selain itu, Anda juga perlu mengecek kembali apakah Anda sudah mengatur pendapatan dan pengeluaran secara baik dan seimbang. Penting bagi Anda untuk melihat kembali catatan arus kas keuangan keluarga. Anda bisa mengevaluasi pengeluaran setiap bulan apakah sudah sesuai rencana atau melebihi budget. Dengan evaluasi ini, Anda bisa mengatur kembali rencana keuangan agar lebih efisien.
Advertisement
Mengatur Keuangan Rumah Tangga: Bijak Berbelanja, Membuat Tujuan Keuangan Keluarga
Bijak Berbelanja
Cara mengatur keuangan rumah tangga dalam Islam lainnya yang tak kalah penting adalah bijak berbelanja. Penerapan sikap bijak memang penting dilakukan jika berkaitan dengan masalah keuangan. Lagi-lagi, skala prioritas kebutuhan berperan besar dalam hal ini.
Dalam membelanjakan uang, Anda perlu memenuhi terlebih dahulu kebutuhan primer keluarga seperti kebutuhan makan, minum, pakaian, tempat tinggal, serta berbagai tagihan dan utang yang menjadi kewajiban. Selanjutnya, jika kebutuhan pokok sudah terpenuhi, Anda bisa membelanjakan uang untuk hal-hal yang diinginkan. Namun, ini perlu dilakukan dengan bijak, di mana Anda perlu melihat lagi ukuran kebutuhannya. Hindari sikap boros, impulsif, dan konsumtif.
Membuat Tujuan Keuangan Keluarga
Cara mengatur keuangan rumah dalam Islam yang terakhir adalah membuat tujuan keuangan keluarga. Dalam membuat tujuan keuangan, Anda perlu memperhatikan jangka waktu yang dibutuhkan. Kelompokkan kebutuhan berdasarkan jangka waktunya, baik itu jangka pendek atau jangka panjang.
Kebutuhan jangka waktu pendek ini berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan primer yang perlu dipenuhi setiap hari. Sementara kebutuhan jangka waktu panjang berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan di masa depan seperti dana pendidikan anak, investasi, dana pensiun, dan lain sebagainya yang membutuhkan waktu lama.