Grup band yang terdiri dari Piyu (gitar), Fadly (vokal), Rindra (bass), Yoyo (drum) dan Ari (gitar) menjadi salah satu band besar yang juga sebagai poros utama industri musik Tanah Air. PADI terbentuk pada 1997 dan sempat vakum pada 2010 karena alasan tertentu.
Setelah vakum selama tujuh tahun, akhirnya pada 2019 lalu, PADI yang berubah nama menjadi PADI Reborn kembali mengeluarkan album. Tidak hanya karya dan konsistensi PADI saja yang menarik untuk dibahas, tentunya masa-masa sulit di awal karier PADI akan menjadi inspirasi jika dibagikan.
PADI pernah menjalankan rangkaian tur promo ketika mereka mulai dikenal masyarakat luas. Di rangkaian tur promo tersebut, banyak kejadian menarik untuk diperbincangkan.
Advertisement
Awal Karier
Baru-baru ini, Piyu berbagi pengalaman tersebut dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya. Piyu juga bercerita tentang kondisi kereta ekonomi pada saat itu.
Dalam rangkaian tur promo mereka, menghemat pengeluaran tentunya menjadi penting. Maka dari pada itu, mereka lebih sering menggunakan kereta kelas ekonomi untuk berpindah kota.
"Awal-awal karier kita di musik waktu itu kita masih sering pulang pergi naik kereta, keretanya juga kereta ekonomi," kenang Piyu.
"Naik kereta ekonomi itu tidak pernah mendapatkan tempat duduk," imbuhnya.
Advertisement
Diisi Orang Lain
Sistem tata letak kursi penumpang kereta pada saat itu memang jauh berbeda dengan sekarang yang sesuai dengan penomoran di tiket. Berebut tempat duduk dan tempat tidur tentunya sudah menjadi hal yang biasa.
"Emang tempat duduknya pasti udah diisi oleh orang lain. Karena emang tidak ada batesannya pada tahun-tahun itu, kecuali kereta eksekutif atau VIP," jelas Piyu.
"Yang mana kita tidak pernah pakai kereta itu karena masih sangat mahal," tambahnya.
Advertisement
Beralaskan Koran
Meskipun sudah mendapatkan tempat duduk, mereka belum tentu mendapatkan posisi tidur yang nyaman. Banyak orang termasuk PADI pada saat itu lebih memilih tidur di lantai kereta dengan beralaskan koran.
"Begitu kita masuk ke dalam kereta, kita udah dihadapkan dengan orang-orang yang berjubel di dalam kereta, mereka udah pada ngepos posisi masing-masing," ucapnya.
"Jadi kita pilih cari tempat yang kosong dan tempat tidur kita pakai kertas koran atau kertas tabloid untuk alas tidur dan bantalnya pakai tas yang kita bawa," pungkasnya.