Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo sebelumnya menyebut telah mengusulkan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) menerima dana Rp1 miliar ketika memasuki masa pensiun.
Ramai diberitakan, Tjahjo telah berkomunikasi dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dan sudah bertemu dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) atau BTN terkait wacana ini.
Keesokan harinya, Tjahjo Kumolo melakukan klarifikasi soal kabar tersebut kepada awak media. Tjahjo menyangkal dirinya pernah mengusulkan kepada Sri Mulyani dan BTN agar PNS terkait dana pensiun PNS Rp1 miliar.
Menurut klarifikasinya, ia sempat diskusi soal pengelolaan dana tabungan ASN dengan Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dan PT Taspen (Persero).
"Saya hanya berharap, iuran tabungan ASN itu dikelola dengan baik oleh PT Taspen. Sehingga nanti diharapkan ASN bisa mendapatkan hasil tabungannya di Taspen dengan jumlah siginifikan, syukur bisa mencapai Rp 1 miliar," ungkapnya, dilansir dari Liputan6.com, Selasa (18/2/2020).
Advertisement
Reaksi Warganet Twitter
Topik terkait usulan dana pensiun PNS Rp1 miliar ini jadi topik paling banyak dibicarakan setelah meninggalnya suami Bunga Citra Lestari, di lini Twitter. Kebanyakan warganet menjadikan berita ini lelucon. Seperti yang dituliskan beberapa akun berikut ini.
"Mohon maaf PNS. Inilah kalo hidup di wkwkland, becanda ga mikirin porsinya kayak apa," tulis akun @Kautsargf.
"Jadi pegawai negeri itu dapat status aja, pengabdi negara, pelayan masyarakat, yg penting hidup cukup. Kalo mau kaya raya ya kerja di swasta," ditulis oleh akun @yast6.
"TIK TOK KALAH LUCUNYA," komentar akun @zarazettirazr menambahkan emoji tertawa yang sangat banyak.
Advertisement
Komentar Muhammad Said Didu
Menanggapi komentar sindiran dari warganet, Muhammad Said Didu melalui akun pribadinya, @msaid_didu ikut memberi komentar terkait kesalahan kutip salah seorang pejabat itu.
"Mohon Maaf PNS, Usulan Pensiun Dapat Rp1 M Itu Salah Kutip! Permintaan saya kepada pejabat: 1. Kalau berbohong, berbohonglah secara jujur. 2. Kalau bercanda, bercandalah secara serius," komentar mantan sekretaris BUMN itu. Komentar Said Didu jadi sorotan, dan dibalas warganet.
"Yang ada, rakyat makin sadar, salah milih, salah posisi.. salah urus!!" Tulis akun @RamdlaniSubhan.