Peristiwa 27 Agustus: Pertempuran Anglo-Zanzibar, Perang Tersingkat dalam Sejarah

Jumat, 27 Agustus 2021 05:05 Reporter : Jevi Nugraha
Peristiwa 27 Agustus: Pertempuran Anglo-Zanzibar, Perang Tersingkat dalam Sejarah Anglo-Zanzibar. History

Merdeka.com - Tepat hari ini, 27 Agustus pada tahun 1896 silam, terjadi pertempuran Anglo-Zanzibar yang menelan korban hingga ratusan orang. Peristiwa ini sangat terkenal di dunia karena menjadi perang tersingkat sepanjang sejarah, yaitu hanya berlangsung selama 38 menit.

Meski tak sampai sehari, perang Anglo-Zanzibar memakan korban hingga 500 orang. Perang ini bermula dari pengangkatan Sultan Khalid bin Barghash setelah sultan sebelumnya wafat. Pasalnya, pengangkatan tersebut dinilai tidak sesuai dengan isi perjanjian Heligoland-Zanzibar tentara Inggris dengan Jerman pada 1890.

Setelah naik tahta, Sultan Khalid justru menyuarakan kemerdekaan Zanzibar. Bahkan saat diberi ultimatum, ia membarikade istananya dari serangan Inggris. Hal itu yang kemudian menyulut kemarahan para tentara Inggris.

Lantas, apa sebenarnya latar belakang perang Anglo-Zanzibar dan bagaimana kronologinya? Simak ulasannya yang merdeka.com rangkum dari Liputan6.com dan Historic UK:

2 dari 4 halaman

Latar Belakang Perang Anglo-Zanzibar

anglo zanzibar
wikipedia.org

Perang Anglo-Zanzibar berawal saat penandatanganan perjanjian Heligoland-Zan antara Inggris dengan Jerman pada 1890. Perjanjian itu berisi pembagian kekuatan-kekuatan imperial di Afrika Timur. Di mana Zanzibar diserahkan ke Inggris, sementara Jerman memegang kekuasaan di daratan Tanzania.

Dengan bekal perjanjian tersebut, Inggris mendeklarasikan Zanzibar sebagai protektorat kerajaan mereka, dan mengangkat Sultan ‘boneka’ mereka sendiri untuk menjalankan pemerintahan di sana.

3 dari 4 halaman

Penyebab Perang Anglo-Zanzibar

anglo zanzibarHistory

Penyebab perang Anglo-Zanzibar adalah wafatnya Sultan Hamad bin Thuwani pada 25 Agustus 1869 dan kenaikan Sultan Khalid bin Barghash. Kenaikan Sultan Khalid dianggap tidak sah karena tidak mendapatkan izin dari konsul Inggris. Hal itu yang kemudian tidak sesuai dengan perjanjian yang telah ditandatangani tahun 1886.

Tidak terpenuhinya syarat tersebut dianggap sebagai casus belli dan mengirim ultimatum ke Khalid agar pasukannya meninggalkan istana. Merespons hal tersebut, kemudian Khalid mengumpulkan para penjaga istana dan mengurung diri di dalam istana.

Ultimatum tersebut berakhir pukul 09.00 Waktu Afrika Timur (EAT) pada 27 Agustus, yang saat itu Inggris sudah menyiapkan tiga kapal penjelajah, kepal meriam, 150 marinir dan pelaut, dan 900 tentara Zanzibar di pelabuhan. Yang mana kontingen AL Kerajaan dipimpin oleh Laksamana Muda Herry Rawson, sementara tentara Zanzibar dipimpin oleh Brigader Jenderal Llyod Mathews dari Angkatan Darat Zanzibar.

4 dari 4 halaman

Kronologi Perang Anglo-Zanzibar

anglo zanzibarHistory

Tanggal 27 Agustus 1896, sekitar 2.800 penduduk Zanzibar melindungi istana. Kebanyakan dari mereka adalah warga sipil, penjaga istana, serta beberapa ratus pelayan dan budaknya.

Di depan istana, terdapat para penjaga yang memiliki sejumlah artileri dan senjata mesin agar terlihat oleh kapal-kapal Inggris. Setelah itu, pengeboman terjadi pada pukul 09.02 yang menyebabkan istana terbakar dan merusak artilerinya. Selain itu, manuver kecil juga terjadi di laut dan berhasil menenggelamkan satu pesiar kerajaan serta kapal kecil Zanibar.

Meski durasi perang Anglo-Zanzibar sangat pendek, tapi jumlah korbannya cukup tinggi. Lebih dari 500 prajurit Khalid tewas dan terluka, terutama saat terjadi ledakan di istana. Seorang prawira junior Inggris juga terluka, namun akhirnya bisa diselamatkan.

Sementara itu, Khalid kabur bersama beberapa pengikut setianya ke Konsulat Jerman setempat. Meski Inggris berulang kali meminta ekstradisi, dia justru diselundupkan oleh Angkatan Laut Jerman pada 2 Oktober, ke Tanzania. Namun, akhirnya Khalid tertangkap dan diasingkan ke Saint Helena setelah pasukan Inggris menginvasi Afrika Timur pada 1916.

Perang Anglo-Zanzibar ini tercatat dalam sejarah sebagai perang terpendek dalam sejarah peperangan dunia. Meski hanya terjadi sekitar 38 menit, tapi perang itu memakan korban lebih dari 500 orang.

[jen]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini