Mengusung Konsep "Negeri di Atas Air", Ini Potret Desa Wisata di Rembang

Senin, 27 Juni 2022 10:19 Reporter : Shani Rasyid
Mengusung Konsep "Negeri di Atas Air", Ini Potret Desa Wisata di Rembang Bendungan Sudo. ©YouTube/Musyafa Musa

Merdeka.com - Kalau selama ini wilayah Dieng dikenal dengan julukan “Negeri di Atas Awan”, sebuah desa di Rembang tidak mau kalah. Mereka membuat konsep “Negeri di Atas Air” untuk membangun sebuah kawasan desa wisata di sana.

Itulah yang dilakukan masyarakat Desa Sudo, Kecamatan Sulang, Rembang. Mereka gotong royong membangun kawasan Bendungan Sudo yang berada tak jauh dari tempat tinggal mereka menjadi obyek wisata.

Mereka melakukan branding desa mereka dengan jargon “Kampung Sudoku Negeri di Atas Air, Spirit Of Slayur”. Berikut kisah di balik jargon desa wisata itu.

2 dari 5 halaman

Bendungan Bersejarah

bendungan sudo

©YouTube/Musyafa Musa

Dilansir dari kanal YouTube Musyafa Musa, Bendungan Banyukuwung atau lebih dikenal dengan Bendungan Sudo merupakan peninggalan bersejarah. Bendungan itu dibangun pada tahun 1995, tepatnya pada masa pemerintahan Presiden Soeharto sebelum runtuhnya rezim Orde Baru.

Ketua Forum Komunitas Waduk Banyukuwung Lestari, Pranghono, menceritakan bahwa dulunya ada 50 rumah warga yang kemudian harus dipindah karena terdampak pembangunan bendungan ini. Rata-rata warga yang terkena relokasi membeli rumah pada lahan kampung di bagian selatan.

Dalam waktu setahun, bekas hunian warga yang ditinggalkan seketika langsung tenggelam dan berubah menjadi genangan air.

3 dari 5 halaman

Manfaat Bendungan Sudo bagi Masyarakat Sekitar

bendungan sudo
©YouTube/Musyafa Musa

Hingga sekarang, bendungan peninggalan Presiden Soeharto itu bermanfaat bagi warga sekitar. Tak hanya dimanfaatkan bagi kebutuhan rumah tangga warga sekitar, air di bendungan itu juga dimanfaatkan untuk menunjang sektor pertanian bagi petani setempat.

Tak hanya itu, kini Bendungan Sudo tengah dirintis menjadi kampung wisata dengan branding “Negeri di Atas Air, The Spirit Of Slayur”. Slayur merupakan titik yang sekarang terendam air bangunan, namun dipercaya memiliki sumber air besar dan memiliki kaitan kuat dengan sejarah awal terbentuknya Desa Sudo.

4 dari 5 halaman

Masyarakat Mendukung

bendungan sudo
©YouTube/Musyafa Musa

Perihal pengembangan desa wisata itu, pemerintah desa setempat sudah mengantongi surat izin dari Bupati Rembang.

Imelda, salah seorang warga Desa Sudo, mengaku sangat mendukung soal gagasan desa wisata itu. Baginya, keberadaan bendungan tinggal dilengkapi sarana penunjang lainnya sehingga menjadi daya tarik wisatawan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Masyarakat di sini sangat mendukung kalau di sini ada tempat wisata. Sumber daya masyarakatnya bisa lebih maju,” ujar Imelda dikutip dari kanal YouTube Musyafa Musa.

5 dari 5 halaman

Sudah Dapat Lampu Hijau

bendungan sudo
©YouTube/Musyafa Musa

Sementara itu Kepala Desa Sudo, Sadi, mengaku pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana selaku pengelola bendungan sudah memberikan lampu hijau. Ia berharap jika semua sudah resmi, Bendungan Sudo dapat menjelma sebagai tempat wisata yang layak dikunjungi seperti Telaga Sarangan di Magetan, Jawa Timur.

“Bisa dikasih perizinan sehingga kelompok-kelompok yang sudah terbentuk ini bisa mengelola dengan legal,” kata Sadi.

Ia menambahkan lingkungan di taman Desa Sudo sudah ditata sedemikian rupa. Selain itu, di sebelah kanan kiri kampung itu masih terdapat lahan yang sangat luas dan ke depannya sangat potensial untuk dikembangkan. Tinggal menyatukan langkah bersama masyarakat, ia yakin suatu saat gagasan itu akan memberikan banyak manfaat.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini