Mengenal Porkas, Bentuk Perjudian yang Pernah Dilegalkan Pemerintah Orde Baru
Merdeka.com - Baru-baru ini, polisi gencar membongkar kasus perjudian di berbagai tempat. Di Jawa Tengah, polisi berhasil menangkap 275 pelaku judi selama dua pekan.
Kasus perjudian yang mereka lakukan bermacam-macam. Ada judi online, kartu remi, togel, mesin ketangkasan, hingga sabung ayam. Kapolda Jateng, Irjen Ahmad Luthfi mengatakan, selain melanggar hukum, perbuatan judi juga melanggar agama.
Namun dulu pada masa pemerintahan Orde Baru, pernah ada judi yang dilegalkan pemerintah. Salah satunya adalah Porkas atau singkatan dari Pekan Olahraga Ketangkasan. Lalu apa yang membuat Porkas dianggap sebagai salah satu bentuk perjudian? Berikut selengkapnya:
Kemunculan Porkas

©YouTube/MEGALUH TV
Mengutip dari Wikipedia, Porkas adalah jenis undian berhadiah dan praktik perjudian dalam bidang olahraga, terutama sepak bola, yang berkembang di era Orde Baru. Sebelum diterapkan, Presiden Seoharto mengirim Menteri Sosial Mintaredja untuk melakukan studi banding ke Inggris. Dia mempelajari sistem undian berhadiah yang diterapkan di sana selama dua tahun.
Setelah melalui serangkaian penelitian, porkas diresmikan pada tahun 1985. Pemerintah mengklaim Porkas berbeda dengan undian berhadiah berbau judi. Alasannya, dalam Porkas tak ada tebak angka, hanya tebak menang, seri, atau kalah.
Para peserta yang ikut undian ini akan dibagikan kupon untuk bertaruh terhadap 14 klub sepak bola yang bertanding di Divisi Utama. Setelah 14 klub melakukan pertandingan, hadiah akan diundi.
Pro Kontra Porkas

©YouTube/MEGALUH TV
Dalam praktiknya, sebagian orang berpendapat bahwa porkas merupakan judi, namun sebagian lagi berpendapat kalau itu bukan judi. Mereka yang berpendapat bukan judi beralasan dalam menebak hasil pertandingan, mereka tidak boleh sembarangan karena harus pakai logika dan materi yang dianalisis.
Ahmed Soeriawidjadja, staf ahli dari kementerian sosial mengatakan bahwa tujuan utama Porkas untuk mencari dana pembinaan olahraga. Jadi permainannya dibuat agak sulit dalam menebaknya agar tidak mudah bangkrut.
Dampak Buruk Porkas

©YouTube/MEGALUH TV
Pada awal beredarnya, Porkas belum terlalu terlihat memberikan dampak buruk bagi masyarakat. Namun lama-lama dampak negatif mulai kelihatan. Seperti yang pernah disindir dalam karikatur yang terbit pada sebuah koran di Yogyakarta, Porkas membuat petani menjadi malas dan tidak produktif. Sehari-hari mereka hanya meramal kode Porkas untuk mencoba peruntungan memperoleh hadiah undian.
Hal ini membuat protes muncul. Pertengahan tahun 1986, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menulis surat yang dilayangkan pada pemerintah untuk meminta agar pelaksanaan undian Porkas dievaluasi kembali.
Ketua DPRD Jawa Timur, Blegoh Sumarto merasa cemas melihat undian Porkas merasuki semua lapisan dari kalangan atas hingga rakyat kecil. Ditambah pendapat dari seorang ekonom dari Universitas Indonesia, Iwan Jaya Aziz yang menyimpulkan bahwa dari sudut pandang manapun undian Porkas tidak baik untuk keberlangsungan bangsa Indonesia.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya