Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Lokomotif B25, Mesin Uap Legendaris Museum Ambarawa Berusia Ratusan Tahun

Mengenal Lokomotif B25, Mesin Uap Legendaris Museum Ambarawa Berusia Ratusan Tahun Lokomotif B25. ©Wikipedia.org

Merdeka.com - Museum Kereta Api Ambarawa merupakan tempat koleksi lokomotif uap yang pada zaman dulu pernah beroperasi menjelajahi jalur-jalur kereta api di Indonesia. Namun di antara semua koleksi lokomotif uap itu, ada satu yang disebut legendaris dan berbeda dengan yang lain, yaitu lokomotif dengan nomor seri B25.

Melansir dari Kai.id, Lokomotif B25 dibuat oleh Pabrik Esslingen di Jerman pada tahun 1902. Berbeda dengan koleksi lain yang menjadi pajangan, hingga kini lokomotif B25 masih beroperasi untuk menarik KA Wisata Ambarawa melintasi rel bergerigi yang terdapat di jalur kereta api Ambarawa-Bedono.

Lalu seperti apa kisah lokomotif uap itu pada masa jayanya? Berikut selengkapnya:

Keunikan Lokomotif B25

lokomotif b25

©Wikipedia.org

Salah satu keunikan dari Lokomotif B25 adalah roda giginya. Dulunya, perusahaan kereta api milik Belanda, NIS, membeli 5 unit lokomotif uap B25 untuk melayani angkutan militer untuk melalui rel bergerigi di rute Ambarawa-Secang. Di rute ini, terdapat jalur rel bergerigi sejauh 6,5 kilometer yang membentang di jalur Jambu-Bedono-Gemawang.

Fungsi Roda Gigi

lokomotif b25

©Wikipedia.org

Melansir dari Kai.id, fungsi roda gigi pada Lokomotif B25 adalah untuk mengait rel bergerigi yang ada di bawahnya. Jika tidak ada roda gigi itu, kereta api tidak bisa menanjak melewati rel bergerigi.

Pada lokomotif itu, posisi roda gigi berada di tengah di antara roda-roda lokomotif lain yang bentuknya normal. Penggunaan roda gigi ini memungkinkan rel kereta dengan kecuraman tanjakan 65 persen dapat didaki dengan kecepatan 10 km/jam. Sebaliknya pada saat menuruni tanjakan, roda gigi itu berfungsi sebagai penahan laju kecepatan kereta api.

Bahan Bakar Lokomotif B25

lokomotif b25

©Wikipedia.org

Untuk bisa bergerak, Lokomotif B25 sendiri memerlukan bahan bakar berupa kayu jati. Kayu jati itu digunakan untuk memanaskan 2.850 liter air dan uap air yang digunakan sebagai tenaga pembangkit.

Sebelum berangkat, ketel yang berisi uap air itu harus dipanaskan dengan waktu pemanasan lebih dari tiga jam. Pemanasan itu sendiri dilakukan agar suhu tungku mencapai puncak pemanasan yang dibutuhkan untuk menggerakkan roda, yaitu 235 derajat celcius.

Jumlah Lokomotif B25 yang Tersisa

lokomotif b25

©Wikipedia.org

Saat ini, tinggal tersisa 3 unit lokomotif uap seri B25 di Museum Ambarawa. Dua di antaranya, B25 02 dan B25 03, masih beroperasi menarik kereta api wisata.

Sedangkan satu unit lagi, B25 01, menjadi monumen statis di Monumen Palagan Ambarawa. Selain B25, di Sumatera Barat, ada lokomotif uap bergerigi lain yaitu seri E10. Pada masa lalu, lokomotif itu digunakan untuk menarik rangkaian gerbong batu bara Sawahlunto. Saat ini, kereta api itu digunakan untuk operasional KA Wisata.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP