Hadirkan Nostalgia Masa Lalu, Ini 5 Potret Lokomotif Livery Vintage Milik KAI

Selasa, 2 Maret 2021 12:46 Reporter : Shani Rasyid
Hadirkan Nostalgia Masa Lalu, Ini 5 Potret Lokomotif Livery Vintage Milik KAI Lokomotif Livery Vintage. ©Instagram/@keretaapikita

Merdeka.com - Pada Minggu (28/2), PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI meluncurkan Lokomotif Livery Vintagetahun 1953-1991 pada 1 unit lokomotif CC 201 di Balai Yasa Yogyakarta. Dalam sambutannya, Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo mengatakan lokomotif livery vintage itu diluncurkan sebagai bentuk apresiasi KAI untuk semakin dekat dengan masyarakat dan wujud edukasi kepada masyarakat mengenai perkembangan perkeretaapian Indonesia.

Didiek berharap dengan adanya Lokomotif Livery Vintageini masyarakat akan semakin mengenal perjalanan panjang perkeretaapian Indonesia dan menumbuhkan rasa bangga terhadap salah satu moda transportasi itu.

Setelah resmi diluncurkan, lokomotif itu langsung bertugas untuk menarik kereta api penumpang. Kehadirannya disambut dengan antusias oleh masyarakat, khususnya para pecinta kereta api yang tak sedikit pula yang rela datang jauh-jauh dari luar kota. Berikut selengkapnya:

2 dari 6 halaman

Sejarah Livery Vintage Kereta Api

lokomotif livery vintage
©Instagram/@keretaapikita

Didiek bercerita, livery ini dulunya digunakan KAI selama 38 tahun dari tahun 1853 sampai tahun 1991. Waktu itu, livery ini digunakan untuk lokomotif diesel pertama di Indonesia yaitu CC 200.

Waktu itu, Perusahaan KAI masih bernama Djawatan Kereta Api (DKA), Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA), lalu berubah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).

3 dari 6 halaman

Spesifikasi Lokomotif

lokomotif livery vintage
©Instagram/@keretaapikita

Pada dasarnya, lokomotif livery vintage itu memiliki spesifikasi lokomotif jenis CC 201 pada umumnya yaitu berat 84 ton dan daya mesin 1.950 tenaga kuda. Selain itu, lokomotif ini memiliki dua bogie yang masing-masing memiliki 3 gandar penggerak dengan 6 motor traksi.

Hal ini membuat lokomotif itu bisa dioperasikan baik di lintas datar maupun pegunungan. Kecepatan maksimal pada lokomotif itu adalah 120 km/jam.

4 dari 6 halaman

Milik Dipo Semarang Poncol

lokomotif livery vintage
©Instagram/@keretaapikita

Livery vintage itu baru diterapkan pada satu unit lokomotif, yaitu lokomotif CC 201 83 31 milik Dipo Semarang Poncol. Pengecetannya sendiri dilakukan di bengkel kereta api milik KAI yaitu Balai Yasa Yogyakarta.

“Transportasi kereta api sebagai moda transportasi yang sudah ada di Indonesia sejak tahun 1864 harus tetap kita jaga dan kembangkan. Mari bersama-sama membangun peradaban baru bagi masyarakat Indonesia dalam bertransportasi,” kata Didiek dikutip dari Merdeka.com.

5 dari 6 halaman

Kolaborasi dengan Pecinta Kereta Api

lokomotif livery vintage
©Instagram/@keretaapikita

Kembali hadirnya livery vintage itu merupakan hasil kolaborasi antara KAI dengan komunitas pecinta kereta api Semboyan Satoe Community dan Indonesia Railway Preservation Community. Atas terwujudnya kerja sama itu, pihak pecinta kereta api mengucapkan terima kasih.

“Terima kasih atas respon KAI sehingga apa yang kami usulkan bisa terealisasi. KAI telah mampu membuktikan dalam rentang waktu yang cukup panjang sebagai moda transportasi berbasis rel yang andal dan paling diminati masyarakat luas,” kata Ketua Semboyan Satoe Community, Teguh Imam Santoso.

6 dari 6 halaman

Tanggapan Ignasius Jonan

lokomotif livery vintage
©Instagram/@keretaapikita

Mantan Dirut PT Kereta Api, Ignasius Jonan, ikut berkomentar dengan diresmikannya lokomotif livery vintage itu. Melalui akun instagramnya, Dirut PT KAI periode 2009-2014 itu mengingatkan mantan perusahaan yang dipimpinnya itu untuk lebih berfokus untuk memulihkan kondisi ekonomi perusahaan yang terdampak pandemi.
“Fokus mengatasi tantangan usaha di masa pandemi adalah hal yang utama,” tulis Jonan dalam kolom komentar postingan Instagram PT Kereta Api mengenai lokomotif livery baru itu.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini