Cara Mengatasi Depresi Pasca Melahirkan, Kenali Gejalanya
Merdeka.com - Perasaan bahagia dan penuh rasa syukur tentu dirasakan oleh setiap pasangan yang baru saja menyambut kelahiran anak pertama. Ini pun menjadi pengalaman pertama bagi setiap pasangan untuk menikmati peran baru sebagai orang tua. Dalam hal ini, tentu Anda akan mengalami perubahan kebiasaan dan perilaku dalam keseharian.
Terlebih bagi wanita yang baru saja melahirkan, penyesuaian memang perlu dilakukan, baik dari segi fisik, perilaku, hingga emosional. Tidak sedikit wanita bahkan mengalami gangguan depresi setelah melahirkan. Hal ini tidak lain karena mereka dihadapkan dengan perubahan drastis dalam hidupnya setelah kelahiran anak.
Gangguan depresi pasca melahirkan ini termasuk dalam bentuk depresi berat yang dimulai dalam waktu 4 minggu setelah melahirkan. Wanita yang mengalami gangguan ini akan merasakan perubahan fisik hingga emosional yang signifikan. Dikatakan, 1 dari 10 wanita mengalami depresi “baby blues” setelah melahirkan.
Dengan begitu, kondisi ini perlu diwaspadai oleh setiap wanita, khususnya yang telah melahirkan anak. Terdapat beberapa gejala yang perlu diperhatikan mulai dari susah tidur, perubahan nafsu makan, kelelahan yang sangat parah, hingga perubahan suasana hati yang kerap terjadi. Selain mengetahui berbagai gejalanya, Anda juga perlu memahami beberapa jenis, penyebab yang meningkatkan risiko, hingga cara mengatasi depresi pasca melahirkan.
Melansir dari WebMD, berikut kami rangkum cara mengatasi depresi pasca melahirkan, gejala, hingga berbagai jenisnya yang perlu Anda ketahui.
Mengenal Depresi Postpartum

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Subbotina Anna
Sebelum mengetahui beberapa cara mengatasi depresi pasca melahirkan, perlu dipahami terlebih dahulu kondisi umum dari gangguan mental ini. Depresi pasca melahirkan juga dikenal dengan depresi postpartum (PPD). PPD merupakan gangguan mental yang melibatkan perubahan fisik, emosional, dan perilaku pada beberapa wanita setelah melahirkan. Ini termasuk bentuk depresi berat yang dapat dimulai dalam waktu 4 minggu setelah melahirkan.
Gangguan depresi ini juga melibatkan penurunan hormon yang cepat setelah melahirkan. Hubungan sebenarnya antara penurunan ini dan depresi masih belum jelas. Namun yang diketahui adalah bahwa kadar estrogen dan progesteron, yaitu hormon reproduksi wanita meningkat sepuluh kali lipat selama kehamilan.
Kemudian, hormon ini mengalami penurunan tajam setelah melahirkan. Pada 3 hari setelah seorang wanita melahirkan, kadar hormon-hormon ini turun kembali seperti sebelum hamil.
Gejala Depresi Pasca Melahirkan
Setelah mengetahui kondisi umum, berikutnya terdapat beberapa gejala depresi pasca melahirkan yang perlu Anda ketahui. Gangguan depresi ini bisa terjadi pada siapa saja yang telah melakukan proses persalinan.
Dengan mengenali beberapa gejala yang sering terjadi, bisa membantu Anda segera mendeteksi gangguan. Semakin cepat terdeteksi, Anda bisa melakukan penanganan dan perawatan lebih dini untuk menghindari risiko yang semakin buruk. Berikut beberapa gejala depresi pasca melahirkan yang perlu Anda kenali :
Dengan PPD, ini datang bersama dengan gejala depresi berat lainnya, yang tidak khas setelah melahirkan yang meliputi:
Depresi pasca persalinan yang tidak diobati dapat berbahaya bagi ibu dan anak. Seorang ibu harus segera mencari bantuan profesional ketika:
Penyebab Depresi Pasca Melahirkan

Shutterstock/Zurijeta
Sebelum mengetahui beberapa cara mengatasi depresi pasca melahirkan, terdapat berbagai hal yang bisa menjadi penyebab yang perlu Anda pahami. Dalam hal ini, ahli menjelaskan bahwa gangguan depresi pada wanita setelah melahirkan dari satu orang ke orang yang lain bisa berbeda. Namun terdapat beberapa hal yang bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya depresi pasca melahirkan, yaitu sebagai berikut:
Jenis Depresi Pasca Melahirkan
Sebelum dijelaskan beberapa cara mengatasi depresi pasca melahirkan, terdapat beberapa jenis depresi setelah persalinan yang bisa dialami oleh seorang wanita. Jenis depresi ini bisa berupa baby blues, depresi postpartum (PPD), dan psikosis postpartum. Berikut penjelasan yang bisa Anda simak.
Cara Mengatasi Depresi Pasca Melahirkan

Shutterstock/Vitalinka
Setelah memahami kondisi umum, gejala, penyebab, hingga jenisnya, selanjutnya penting untuk diketahui bagaimana cara mengatasi depresi pasca melahirkan dengan baik dan efektif. Dalam hal ini, setiap wanita yang mengalami gangguan ini bisa mendapatkan perawatan atau penanganan yang berbeda, tergantung jenis gejala dan tingkat keparahannya.
Biasanya, dokter akan memberikan obat anti kecemasan atau antidepresan, psikoterapi, serta menyarankan partisipasi kelompok pendukung untuk memberikan dukungan emosional pada pasien. Jika Anda menyusui, bicarakan dengan dokter dan Anda akan mendapatkan pengawasan yang agar bisa minum obat dan tetap dapat menyusui bayi dengan baik.
(mdk/ayi)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya