Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

9 Dampak Kelebihan Protein Bagi Tubuh, Perlu Diwaspadai

9 Dampak Kelebihan Protein Bagi Tubuh, Perlu Diwaspadai Ilustrasi daging. ©2019 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com - Protein merupakan mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Nutrisi ini diperlukan untuk memperbaiki dan membangun sel-sel yang rusak. Seperti menjaga kekuatan tulang otot, membuat enzim hingga membangun kulit. Akan tetapi, kelebihan protein juga dapat berdampak buruk bagi tubuh.

Tubuh memerlukan protein yang seimbang, kelebihan protein dapat memicu datangnya beberapa penyakit. Para ahli menyarankan mengonsumsi protein sebanyak 0,8 gram per kilogram berat badan. Sehingga mengonsumsi protein yang ideal dapat menjaga kesehatan tubuh.

Apabila seseorang mengonsumsi protein secara berlebihan maka dapat membahayakan kesehatan tubuh. Lantas apa saja dampak buruk kelebihan protein bagi tubuh? Simak penjelasannya berikut ini.

Kehilangan Kalsium

ilustrasi tulang kuat

2012 Merdeka.com

Kalsium merupakan mineral yang berperan penting untuk menjaga dan memelihara tubuh, seperti tulang dan gigi. Selain itu, kalsium juga berfungsi mendukung kerja sistem saraf dan menghambat berbagai macam penyakit. Salah satu yang dapat menghilangkan kalsium pada tubuh ialah kelebihan protein.

Dilansir dari laman Medicalnewstoday, apabila tubuh terlalu banyak menyimpan protein, maka akan menyebabkan kehilangan kalsium. Sehingga hal ini dapat memicu kerusakan tulang dan membahayakan bagi kesehatan tubuh.

Menyebabkan Sembelit

005 tantri setyorini

Remedies For Me

Mengonsumsi makanan yang mengandung protein secara berlebihan dapat menyebabkan sembelit. Hal ini disebabkan karena mengonsumsi protein berlebihan dapat berpotensi menghilangkan cairan tubuh, sehingga dapat menyebabkan sembelit.

Dilansir dari laman Healthline, Sembelit atau Konstipasi merupakan jumlah frekuensi buang air besar sangat sedikit dari biasanya. Hal ini akibat kotoran pada tubuh tidak dapat keluar dengan lancar atau mengeras dan kering.

Selain itu, sembelit apabila tidak segera diatasi dapat memicu timbulnya penyakit kronis, seperti kanker.

Memicu Diare

Dampak buruk kelebihan protein berikutnya ialah dapat memicu diare. Makanan yang mengandung sumber protein, seperti susu dan daging apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan diare.

Dilansir dari laman Medicalnewstoday, untuk menghindari diare yang disebabkan kelebihan protein ini, para ahli menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang berserat dan minum air putih.

Selain itu, dalam mengonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi, sebaiknya dilakukan sesuai takaran dan teratur.

Penyebab Penyakit Ginjal

ilustrasi ginjal

Shutterstock/Spectral-Design

Kelebihan protein juga dapat memicu datangnya penyakit ginjal. Hal ini disebabkan karena kelebihan nitrogen yang ditemukan pada asam amino dapat membentuk protein pada tubuh. Sehingga hal ini dapat mengakibatkan ginjal menjadi rusak karena kelebihan protein.

Bau Mulut

mulut

triangledentistry.com

Dampak buruk kelebihan protein salah satunya ialah dapat menyebabkan bau mulut. Hal ini disebabkan karena mengonsumsi makanan berprotein tinggi dan rendah karbohidrat, akan memunculkan senyawa yang tak sedap di dalam mulut.

Sehingga saat mengonsumsi makanan dengan protein tinggi sebaiknya diimbangi dengan minum air yang cukup, hal ini dilakukan untuk menetralisir senyawa di dalam mulut.

Berat Badan Meningkat

013 indra cahya

thesun.co.uk

Meskipun protein seringkali dikaitkan dengan penurunan berat badan, namun apabila mengonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi dapat membuat berat badan naik. Sehingga hal ini dapat memicu risiko terkena gangguan obesitas.

Para ahli merekomendasikan sebaiknya orang dewasa mengonsumsi protein sebanyak 55, 5 gram per hari, kemudian untuk anak-akan berusia 7-10 tahun 28,3 gram per hari. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan tubuh dari berbagai macam penyakit.

Dehidrasi

Dampak buruk kelebihan protein lainnya ialah dapat menyebabkan dehidrasi. Pasalnya, protein di tubuh akan dipecah menjadi asam amino yang dapat memicu tubuh kehilangan cairan, sehingga menyebabkan dehidrasi.

Saat mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan protein tinggi sebaiknya diimbangi dengan makanan yang memiliki kandungan serat atau minum air putih secukupnya.

Meningkatkan Risiko Penyakit Kanker

ilustrasi kanker prostat

hopkinsmedicine.org

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Salah satu pemicu penyakit kanker ialah kelebihan protein. Makanan yang mengandung protein tinggi, seperti daging dan susu berlemak dapat menimbulkan penyakit kanker.

Dilansir dari laman Medicalnewstoday, mengonsumsi makanan berprotein tinggi, seperti daging merah secara berlebihan sering dikaitkan dengan penyakit kanker kolorektal, prostat hingga payudara.

Oleh karena itu, para ahli menyarankan untuk tidak berlebihan saat mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan protein tinggi.

Memicu Jerawat

ilustrasi jerawat

Shutterstock

Dampak buruk kelebihan protein berikutnya ialah dapat memicu datangnya jerawat. Hal ini disebabkan karena makanan yang berprotein tinggi terdapat zat asam amino yang dapat menyebabkan sel-sel kulit tumbuh dan membentuk jerawat.

Selain itu asam amino yang meningkat juga dapat membuat jerawat tumbuh secara cepat dan berkembang biak.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP