80 Persen Durian di Banyumas Gagal Berbuah, Ternyata Ini Penyebabnya

Jumat, 16 April 2021 14:36 Reporter : Shani Rasyid
80 Persen Durian di Banyumas Gagal Berbuah, Ternyata Ini Penyebabnya Pohon durian di Banyumas gagal berbuah. ©2021 Liputan6.com

Merdeka.com - Di awal Bulan Ramadan ini, para petani Durian di Banyumas mendapat kabar yang kurang mengenakkan. Pasalnya, sebanyak 80 persen pohon durian di sana gagal berbuah, tak terkecuali di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemrajen yang terkenal sebagai kampung lahirnya Durian Bawor yang namanya sedang tenar-tenarnya di kalangan pecinta durian.

Ketua Kelompok Tani Durian Maju Makmur, Desa Alasmalang, Hasan Susanto, mengatakan, dari hasil pengamatannya di Desa Alasmalang, kegagalan pembuahan itu terjadi pada fase bunga, buah muda, atau buah tua namun hambar. Hal ini membuat para petani kecewa. Setelah merawat pohon sepanjang musim, ternyata di masa panen pohon itu gagal berbuah.

“Bunga gugur, buah muda rontok, atau buah tua berasa hambar,” kata Hasan dikutip dari Liputan6.com pada Jumat (16/4).

Lantas apa yang menjadi penyebab pohon-pohon durian itu tak bisa berbuah? Berikut selengkapnya:

2 dari 5 halaman

Penyebab Durian Tak Berbuah

pohon durian di banyumas gagal berbuah
©2021 Liputan6.com

Menurut Hasan, salah satu faktor kenapa durian tak berbuah adalah pengaruh cuaca. Dia menjelaskan, saat curah hujan tinggi, maka hampir dipastikan pembuahan durian gagal.

Terlebih cuaca ekstrem juga melanda kawasan Banyumas pada akhir 2020 hingga awal tahun 2021. Persis ketika durian sedang memasuki fase berbunga.

Namun, ada faktor lain yang menjadi penyebab gagalnya pembuahan pada durian, yaitu perawatan pohon durian yang masih menggunakan pola lama.

“Petani di sini masih kurang pemahaman terhadap perawatan pohon durian,” kata Hasan.

3 dari 5 halaman

Kerja Sama dengan Kementerian

pohon durian di banyumas gagal berbuah©2021 Liputan6.com

Walau begitu, Hasan meyakini beberapa pupuk dan penggunaan rekayasa drainase bisa membuat pohon tetap berbuah baik walau dicekam cuaca yang buruk. Oleh karena itu, Kelompok Tani Maju Makmur telah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk melakukan perawatan intensif pohon durian sebagai barometer pembuahan.

Dia berharap, dengan adanya kerjasama itu, petani durian bisa mendapatkan edukasi serta bisa menerapkan SOP perawatan agar durian bisa berproduksi stabil dalam kondisi apapun.

“Pupuk ada yang diperlukan saat pembuahan durian dan seterusnya. Untuk mengedukasi hal itu, memang bukan perkara mudah,” kata Hasan dikutip dari Liputan6.

4 dari 5 halaman

Penanaman Varietas Luar Negeri

Selain kerja sama, Hasan juga mengimbau para petani durian untuk menanam varietas unggul bernilai tinggi. Beberapa varietas yang dianjurkan antara lain Bawor atau Kromo, Musaking, Kane, Montong, Duri Hitam, Ochee, dan lain-lain.

Dari nama-nama tersebut, hampir semuanya merupakan varietas luar negeri. Hanya varietas Bawor yang memang asli Banyumas.

“Memang diakui atau tidak, varietas luar negeri seperti dari Thailand dan Malaysia memang bagus,” kata Hasan.

5 dari 5 halaman

Sertifikasi Bibit

Selain itu, ikhtiar lain yang dilakukan Kelompok Tani Durian Maju Makmur adalah silsilah bibit durian yang harus diketahui.

Oleh karena itu sertifikasi menjadi penting sebagai salah satu upaya menjamin keaslian bibit.

Sertifikat juga menjadi jaminan bahwa prosedur seleksi bibit sudah dilakukan untuk menjamin kemiripan anakan dengan indukannya.

“Lebih baik dengan bibit bersertifikat. Setidaknya ada jaminan dari mana asal bibitnya. Indukannya juga jelas,” kata Hasan dikutip dari Liputan6 pada Jumat (16/4).

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini