6 Tempat Thrifting Paling Favorit di Yogyakarta, Simak Tips Ini Sebelum Belanja
Merdeka.com - Budaya thrifting atau belanja baju bekas kembali eksis, tak terkecuali di Yogyakarta. Kota ini memiliki sebutan khusus untuk baju bekas, yakni awul-awul.
Berburu awul-awul menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi para peminatnya. Mereka bisa memilih langsung baju bekas berkualitas dan menyesuaikan dengan uang yang dimilikinya. Berikut ini rekomendasi tempat belanja baju bekas favorit di Yogyakarta.
1. Pusat Impor Korea

©2021 Merdeka.com/xtsquare.co.id
Seperti namanya, toko baju bekas yang berada di Jalan Menteri Supeno Nomor 86 ini menyediakan berbagai produk fashion dari Korea.
Pakaian seperti zipper, crewneck, jeans, celana kantoran, dan masih banyak lagi dibanderol dengan harga yang ramah bagi kantong anak muda. Bahkan, jika pembeli berbakat dalam urusan tawar-menawar bisa mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga lebih terjangkau.
2. Pujha Fashion
Pujha Fashion menjual berbagai macam pakaian bekas dengan kualitas bagus. Mulai kemeja, jaket, hoodie, hingga celana tersedia di toko ini.
Meskipun menjual baju bekas, Pujha Fashion memperhatikan kenyamanan pembeli. Baju-baju ditata dengan rapi. Ruangannya pun dilengkapi dengan AC, sehingga para pembeli bisa nyaman selama memilih baju.
Di toko ini, semua barang dihargai pas alias pembeli tidak bisa melakukan tawar-menawar.
3. Aneka Busana
Toko baju bekas yang berada di Jalan Parangtritis ini menjual pakaian kualitasnya dijamin masih bagus. Di sini, pakaian tidak ditata dengan rapi, sehingga pembeli harus gigih mencari apa yang diinginkan. Meski begitu, koleksinya cukup lengkap dan harganya murah. Di sini, pembeli juga diberi kesempatan untuk melakukan tawar-menawar.
4. Toko Awul-Awul Jalan Magelang
Di toko ini, baju bekas yang dijual juga tidak ditata dengan rapi. Meski demikian, koleksinya terbilang lengkap.
Mulai dari kaus, kemeja, hingga celana model apapun bisa dijumpai di sini. Merek-merek terkenal seperti Zara, Uniqlo, sampai H&M dijual dengan harga terjangkau di toko awul-awul ini.
5. Lantai 2 Pasar Beringharjo

©2021 Merdeka.com/xtsquare.co.id
Di lantai 2 Pasar Beringharjo terdapat deretan khusus toko awul-awul. Merek-merek terkenal seperti Champion mudah ditemui di sini. Para pedagang membanderol dagangannya dengan harga terjangkau. Di sini, berbagai jenis pakaian bekas bisa dijumpai, mulai yang kekinian hingga era 90-an.
6. Pusat Thrift Terbesar Terlengkap Yogyakarta
Pusat Thrift Terbesar Terlengkap Yogyakarta ini berlokasi di XT Square. Di sini tidak hanya terdapat satu toko baju bekas, melainkan banyak toko yang bisa menjadi pilihan untuk berbelanja. Koleksinya juga terbilang lengkap dan tempatnya bersih.
Tips Berbelanja Baju Bekas

©Ibtimes.com
Nah, sebelum berbelanja baju bekas, sebaiknya simak tips ini terlebih dahulu:
1. Teliti
Ketelitian sangat diperlukan selama berbelanja baju bekas. Biasanya barang bekas memiliki peluang cacat seperti warna luntur, sobek, atau bahkan berlubang. Maka perlu ketelitian dalam memeriksa barang yang hendak dibeli.
2. Tawar
Pada beberapa toko baju bekas yang terbuka dengan tawar-menawar, para pembeli sebaiknya tak melewatkan kesempatan ini. Meski begitu, tawarlah dengan harga yang wajar.
3. Pantang Menyerah
Diperlukan kesabaran ekstra untuk memilih pakaian bekas. Jika beruntung, mungkin akan mendapatkan pakaian dari merek ternama dengan kualitas yang masih bagus.
4. Pakai Baju yang Nyaman
Saat berniat berburu awul-awul, pakailan baju yang nyaman. Sebaiknya mengenakan baju dan celana panjang untuk mencegah infeksi jamur dan bakteri dari tumpukan pakaian bekas di sana.
5. Taati Prokes dan Pakai Masker
Tips terakhir berbelanja awul-awul di masa pandemi ialah mengenakan masker. Sekarang ini, penting banget untuk mengenakan masker dobel. Catatannya, masker medis dipakai pertama, kemudian dilanjutkan dengan masker kain.
Selain melindungi diri dari paparan Covid-19, masker juga berguna melindungi dari debu dan jamur yang melekat pada baju bekas. Selain itu, tetap jaga jarak dengan pengunjung lain. Jika di dalam toko ramai pembeli, sebaiknya antre terlebih dahulu.
Kemudian, sesampainya di rumah segeralah mandi dan rendam pakaian yang tadinya digunakan berbelanja ngawul untuk mencegah penyebaran virus. Selain itu, pakaian bekas yang baru dibeli juga harus dicuci menggunakan antiseptik dan air panas guna mencegah penularan infeksi jamur yang dapat menimbulkan berbagai masalah penyakit kulit dan alergi.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya