5 Syarat Sah Sholat yang Perlu Dipahami, Agar Ibadah Dapat Diterima Allah

Kamis, 21 Mei 2020 21:30 Reporter : Ayu Isti Prabandari
5 Syarat Sah Sholat yang Perlu Dipahami, Agar Ibadah Dapat Diterima Allah ilustrasi sholat. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Seperti diketahui, sholat merupakan ibadah yang paling utama dan harus dilaksanakan oleh seluruh umat muslim. Dalam hal ini, sholat yang dimaksud adalah sholat 5 waktu atau disebut juga dengan sholat fardhu atau sholat wajib. Ibadah sholat wajib ini dilaksanakan mulai dari waktu subuh hingga di malam hari, atau waktu isya.

Sebagai ibadah yang mempunyai hukum wajib atau fardhu ‘ain, maka ibadah sholat 5 waktu harus dikerjakan dan tidak boleh ditinggalkan. Bagi yang melakukan dengan baik, maka akan mendapatkan pahala dari Allah. Sebaliknya, bagi yang meninggalkan maka akan mendapatkan dosa. Bukan hanya itu, Allah juga menetapkan sholat wajib 5 waktu sebagai amalan pertama yang akan dihisab di akhir kehidupan nanti.

Dengan begitu, seluruh umat muslim wajib menegakkan tiang sholat lima waktu yang diperintahkan Allah. Tidak sekedar melaksanakan saja, namun setiap umat muslim harus memahami syarat apa saja yang harus dipenuhi agar ibadah sholat sah dan bisa diterima oleh Allah. Dalam agama Islam, telah dijelaskan beberapa syarat sah sholat yang harus dilakukan oleh seluruh umat muslim setiap kali melaksanakan sholat.

Dilansir dari Brilio.net, berikut beberapa syarat sah sholat yang perlu dipahami dan dilaksanakan, agar ibadah dapat dapat diterima Allah.

1 dari 5 halaman

Menurut Aurat

ilustrasi sholat

©2020 Merdeka.com

Syarat sah sholat yang pertama adalah menutup aurat dengan benar. Sebelum melaksanakan ibadah sholat, lebih baik pastikan terlebih dahulu pakaian menutup aurat dengan baik.

Tidak ada yang tersingkap atau kekecilan sehingga dapat terbuka ketika melakukan gerakan sholat. Dalam hal ini, Rasulullah sangat memperhatikan penampilan umatnya, terutama yang masuk ke dalam masjid untuk beribadah.

Bukan hanya itu, dalam QS Al-A’raf ayat 31, Allah juga berfirman:

"Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.”

Berdasarkan ayat tersebut dapat dipahami bahwa, pakaian yang menutup aurat saja sebenarnya belum cukup. Allah pun memerintahkan umat muslim untuk berpenampilan yang baik, yaitu mengenakan baju yang bersih dan rapi ketika hendak menjalankan ibadah sholat.

2 dari 5 halaman

Suci dari Hadas Kecil dan Besar

Syarat sah sholat yang kedua adalah suci dari hadas kecil maupun besar. Perlu diketahui, hadas kecil di sini adalah segala sesuatu yang membatalkan wudhu. Seperti kentut, buang air kecil dan besar.

Sedangkan hadas besar sendiri merupakan keadaan di mana seorang laki-laki ketika mengalami mimpi basah atau junub, dan perempuan yang sedang haid, nifas atau setelah melahirkan. Orang yang mengalami hadas besar ini perlu melakukan mandi besar atau mandi junub terlebih dahulu, untuk mensucikan diri.

Dalam QS Al-Maidah ayat 6, Allah berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah…

3 dari 5 halaman

Suci Badan, Pakaian, dan Tempat untuk Sholat

ilustrasi sholat

©2020 Merdeka.com

Suci badan, pakaian, dan tempat untuk sholat juga termasuk salah satu di antara syarat sah sholat yang perlu dipenuhi. Seseorang yang hendak melakukan ibadah sholat, perlu memastikan terlebih dahulu bahwa dirinya atau badannya telah suci, begitu pula dengan pakaian dan tempat sholat yang digunakan.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Apabila pakaian salah seorang dari kalian terkena darah haid, hendaklah ia mengeriknya kemudian membasuhnya dengan air. Setelah itu, ia boleh mengenakannya untuk sholat."

4 dari 5 halaman

Sudah Masuk Waktu Sholat

Selanjutnya, syarat sah sholat yang harus dipenuhi dan tidak boleh dilupakan adalah sudah masuk waktu sholat. Hendaknya setiap umat muslim yang akan melaksanakan sholat fardhu memastikan terlebih dahulu apakah sudah menunjukkan masuknya waktu sholat. Sebagaimana QS An-Nisa ayat 103, Allah berfirman :

"Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu. Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."

5 dari 5 halaman

Menghadap Kiblat

ilustrasi sholat

©2020 Merdeka.com

Syarat sah sholat terakhir yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah menghadap arah kiblat. Dalam kitab Manhajus Salikin, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah menulis bahwa menghadap kiblat menjadi salah satu syarat sahnya sholat.

Di mana setiap umat muslim hendaknya menyesuaikan diri dengan arah kiblat dari posisinya, menghadaP Ka’bah atau Masjidil Haram.

Allah pun telah berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 150:

"Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram."

Selain syarat sah sholat, setiap umat muslim juga harus memenuhi syarat wajib sholat, yaitu beragama Islam, sudah baligh, dan berakal.

[ayi]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini