30 Kata-Kata Bijak Pramoedya Ananta Toer yang Inspiratif dan Penuh Makna

Selasa, 30 Juni 2020 18:12 Reporter : Jevi Nugraha
30 Kata-Kata Bijak Pramoedya Ananta Toer yang Inspiratif dan Penuh Makna Pramoedya Ananta Toer. ©2014 Merdeka.com/http://uniqpost.com

Merdeka.com - Pramoedya Ananta Toer merupakan sastrawan besar yang pernah dimiliki bangsa Indonesia. Puluhan karya sastra fenomenal telah beliau hasilkan sepanjang kariernya. Maka tak heran apabila Pramoedya Ananta Toer menjadi salah satu sastrawan yang produktif dan memiliki dedikasi yang tinggi terhadap dunia sastra.

Pria yang akrab dipanggil Pram ini lahir di Blora pada 6 Februari 1925. Ayahnya bernama Mastoer Imam Badjoeri dan Ibunya bernama Saidah yang bekerja sebagai seorang penghulu di daerah Rembang. Beliau mendapatkan pendidikan pertamanya di Institut Boedi Utomo di bawah bimbingan ayahnya sendiri. Kemudian Pram juga sempat mengikuti pendidikan di Taman Siswa dan melanjutkan belajar di Sekolah Tinggi Islam Jakarta pada 1945.

Sepanjang hidupnya, Pram telah menghasilkan puluhan karya sastra yang fenomenal. Salah satu hasil karyanya yang sangat legendaris ialah Tetralogi Bumi Manusia yang mendapatkan berbagai macam penghargaan. Meskipun kini beliau telah tiada, namun jasa-jasa beliau akan selalu dikenang dan terus menginspirasi dunia.

Berikut ini 30 kata-kata bijak Pramoedya Ananta Toer yang inspiratif dan penuh makna.

1 dari 3 halaman

Kata-Kata Bijak Pramoedya Ananta Toer yang Inspiratif

toer di google doodle

©2017 Merdeka.com

1. Masa terbaik dalam hidup seseorang adalah masa ia dapat menggunakan kebebasan yang telah direbutnya sendiri.

2. Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya.

3. Kami memang orang miskin. Di mata orang kota kemiskinan itu kesalahan. Lupa mereka lauk yang dimakannya itu kerja kami.

4. Di balik setiap kehormatan mengintip kebinasaan. Di balik hidup adalah maut. Di balik persatuan adalah perpecahan. Di balik sembah adalah umpat. Maka jalan keselamatan adalah jalan tengah. Jangan terima kehormatan atau kebinasaan sepenuhnya. Jalan tengah.

5. Keadaan seluruh dunia berubah. Sekarang apa? Negara-negara komunis pun mengakomodasi kapitalisme. Perang Dingin tidak ada lagi. Saya sendiri tetap seperti dahulu, menentang ketidakadilan dan penindasan. Bukan sekadar menentang, tetapi melawan! Melawan pelecehan kemanusiaan. Saya tidak berubah.

6. Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.

7. Jarang orang mau mengakui, kesederhanaan adalah kekayaan yang terbesar di dunia ini: suatu karunia alam. Dan yang terpenting di atas segala-galanya ialah keberaniannya. Kesederhanan adalah kejujuran, dan keberanian adalah ketulusan.

8. Jangan sebut aku perempuan sejati jika hidup hanya berkalang lelaki. Tapi bukan berarti aku tidak butuh lelaki untuk aku cintai.

9. Dan alangkah indah kehidupan tanpa merangkak-rangkak di hadapan orang lain.

10. Dan modern adalah juga kesunyian manusia yatim-piatu dikutuk untuk membebaskan diri dari segala ikatan yang tidak diperlukan: adat, darah, bahkan juga bumi, kalau perlu juga sesamanya.

2 dari 3 halaman

Kata-Kata Bijak Pramoedya Ananta Toer yang Memberikan Motivasi

11. Kalau ahli hukum tak merasa tersinggung karena pelanggaran hukum sebaiknya dia jadi tukang sapu jalanan.

12. Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri.

13. Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berfikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminal, biarpun dia sarjana.

14. Selama penderitaan datang dari manusia, dia bukan bencana alam, dia pun pasti bisa dilawan oleh manusia.

15. Dengan ilmu pengetahuan modern, binatang buas akan menjadi lebih buas, dan manusia keji akan semakin keji. Tapi jangan dilupakan, dengan ilmu-pengetahuan modern binatang-binatang yang sebuas-buasnya juga bisa ditundukkan.

16. Setiap pengalaman yang tidak dinilai baik oleh dirinya sendiri ataupun orang lain akan tinggal menjadi sesobek kertas dari buku hidup yang tidak punya makna. Padahal setiap pengalaman tak lain daripada fondasi kehidupan.

17. Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

18. Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai.

19. Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.

20. Yang harus malu itu mereka karena mereka takut untuk bekerja. Kau kan kerja. kau tidak boleh malu. Mereka yang harus malu, Tidak berani kerja. Semua orang bekerja, itu adalah mulia. Yang tidak bekerja tidak punya kemuliaan.

3 dari 3 halaman

Kata-Kata Bijak Pramoedya Ananta Toer Tentang Kehidupan

pramoedya ananta toer

©2014 Merdeka.com/http://uniqpost.com

21. Jangan Tuan terlalu percaya pada pendidikan sekolah. Seorang guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, yang sama sekali tidak mengenal prinsip. Apalagi kalau guru itu sudah bandit pula pada dasarnya.

22. Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri.

23. Di sana, di kampung nelayan tetesan deras keringat membuat orang tak sempat membuat kehormatan, bahkan tak sempat mendapatkan nasi dalam hidupnya terkecuali jagung tumbuk yang kuning. Betapa mahalnya kehormatan dan nasi.

24. Mendapat upah karena menyenangkan orang lain yang tidak punya persangkutan dengan kata hati sendiri, kan itu dalam seni namanya pelacuran?

25. Sekarang, kepalaku membayangkan kuburan, tempat manusia yang terakhir. Tapi kadang-kadang manusia tak mendapat tempat dalam kandungan bumi. Ya, kadang-kadang. Pelaut, prajurit di zaman perang, sering mereka tak mendapat tempat tinggal terakhir. Dalam kepalaku membayangkan, kalau ayah yang tak mendapatkan tempat itu.

26. Dan dengan tidak terasa umur manusia pun lenyap sedetik demi sedetik ditelan siang dan malam. Tapi masalah-masalah manusia tetap muda seperti waktu. Di mana pun juga dia menyerbu ke dalam kepala dan dada manusia, kadang-kadang ia pergi lagi dan di tinggalkannya kepala dan dada itu kosong seperti langit.

27. Orang bilang, apa yang ada di depan manusia hanya jarak. Dan batasnya adalah ufuk. Begitu jarak ditempuh sang ufuk menjauh.

28. Biarlah hati ini patah karena sarat dengan beban, dan biarlah dia meledak karena ketegangan.

29. Semua lelaki memang kucing berlagak kelinci. Sebagai kelinci dimakannya semua daun, sebagai kucing dimakannya semua daging.

30. Seorang guru adalah korban, korban untuk selama-lamanya. Dan kewajibannya terlampau berat, membuka sumber kebajikan yang tersembunyi dalam tubuh anak-anak bangsa.

[jen]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini