Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

10 Pertanyaan Shalat dan Jawabannya, Umat Muslim Wajib Tahu

10 Pertanyaan Shalat dan Jawabannya, Umat Muslim Wajib Tahu Ilustrasi salat. ©Shutterstock

Merdeka.com - Sebagaimana kita tahu, sholat adalah tiang agama yang tidak boleh ditinggalkan oleh umat muslim, khususnya sholat wajib. Seseorang yang meninggalkan sholat, sungguh orang tersebut telah merusak agamanya. Oleh karena itu, umat muslim dianjurkan untuk senantiasa menjalankan sholat lima waktu.

Selain diwajibkan untuk shalat wajib, umat muslim juga dianjurkan untuk menjalankan ibadah shalat sunah. Ada banyak sekali shalat sunah yang bisa ditunaikan dan dipilih. Di mana macam-macam shalat sunah tersebut memiliki keutamaannya masing-masing.

Di samping itu, terdapat beberapa pertanyaan seputar shalat yang kerap dilontarkan umat muslim, baik shalat wajib maupun shalat sunah. Berikut sejumlah pertanyaan shalat dan jawabannya yang merdeka.com rangkum dari NU Online:

Pertanyaan Shalat Wajib dan Jawabannya

ilustrasi salat di rumah

©2020 Merdeka.com/umroh.com

Ada berapa shalat wajib yang harus dikerjakan umat muslim dalam sehari?

Sholat lima waktu yang wajib dilaksanakan umat muslim adalah sholat Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Seperti dikutip dari NU Online, perintah untuk menjalankan sholat ini sebagaimana yang tercantum dalam surah al-Baqarah ayat 43, yang artinya:“Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk" (QS. Al-Baqarah Ayat 43)

Bagaimana bacaan niat shalat wajib?

1. Sholat subuh

Niat-niat sholat wajib yang pertama adalah sholat subuh, yaitu:

“Ushalli fardhas subhi rak’ataini mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”

2. Sholat zuhur

Niat-niat sholat wajib yang kedua adalah sholat zuhur, yaitu:

“Ushalli fardhadz dzuhri arba’a raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”

3. Sholat ashar

Niat-niat sholat wajib yang ketiga adalah sholat ashar, yaitu:

“Ushalli fardhal ashri arba’a raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”

4. Sholat maghrib

Niat-niat sholat wajib yang keempat adalah sholat maghrib, yaitu:

“Ushalli fardhal maghribi salasa’ raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”

5. Sholat isya

Niat-niat sholat wajib yang kelima adalah sholat isya, yaitu:

“Ushalli fardhal ‘Isyaa-i raka’aatin mustqbilal qiblati adaa-an (ma’mumam/imaaman) lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”

Apa saja keutamaan shalat berjemaah?

“Demi jiwaku yang berada dalam kekuasaan-Nya, sungguh aku bertekad menyuruh mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku suruh seorang azan untuk sholat dan seseorang untuk mengimami manusia, kemudian aku pergi kepada orang-orang yang tidak ikut sholat, kemudian aku bakar rumah mereka”

Sementara itu, dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Rasulullah juga bersabda :

“Tidak sempurna sholat seseorang yang bertetangga dengan masjid kecuali dengan berjema’ah. Dalam suatu riwayat, kecuali di masjid.”

Bahkan, perintah untuk melaksanakan shalat berjemaah ini juga disebutkan dalam Surah At Taubah ayat 18, artinya:

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut selain kepada Allah.”

Ada banyak sekali keutamaan shalat berjemaah yang bisa didapatkan setiap muslim, di antaranya sebagai berikut:

• Amalan yang dapat menghindarkan dari siksa api neraka sekaligus dapat menyelamatkan diri dari sifat munafik.

• Shalat berjemaah mampu meningkatkan peluang diterimanya ibadah shalat, jika dibandingkan dengan shalat yang dilakukan secara sendiri.

• Diampuni segala dosa oleh Allah SWT

• Diberikan pahala yang berlipat ganda, yaitu orang yang mengerjakan shalat berjemaah mendapat pahala sebanyak 27 derajat.

Pertanyaan Shalat Sunnah Rawatib dan Jawabannya

tarawih

© Ilustrasi salat tarawih

Apa itu yang dimaksud dengan shalat sunnah rawatib?

Sholat sunnah rawatib adalah sholat sunah yang dikerjakan sebelum dan sesudah sholat wajib (sholat lima waktu). Sholat sunah ini berfungsi sebagai penyempurna jika terjadi kekurangan dalam sholat fardhu seseorang. Oleh karenanya, mengerjakan sholat sunah rawatib sangat dianjurkan.

Melansir dari NU Online, sholat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum sholat fardhu disebut sholat qolbiyah. Sementara itu, sholat sunah rawatib yang dikerjakan sesudah sholat fardhu disebut dengan sholat sunah qolbiyah.

Ada banyak sekali keistimewaan yang didapatkan seorang muslim apabila menunaikan sholat sunah rawatib. Hal ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam salah satu hadis, yang artinya:

"Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah sholat fardhu. Itu pun jika sang hamba menyempurnakannya. Jika tidak, maka disampaikan, "Lihatlah oleh kalian, apakah hamba itu memiliki amalan (sholat) sunah?” Jika memiliki amalan sholat sunah, sempurnakan amalan shalat fardhu dengan amal sholat sunahnya. Kemudian, perlakukanlah amal-amal fardhu lainnya seperti tadi," (HR. Ibnu Majah).

Bagaimana niat shalat sunah rawatib?

Niat sholat sunah rawatib sebelum subuh

Ushalli sunnatash subhu rok’ataini qobliyatan mustaqabilal qiblati lillahi ta’ala.

Artinya," Aku niat mengerjakan sholat sunah sebelum subuh 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala."

Niat shalat sunah rawatib sebelum zuhur

Ushalli sunnatadh dhuhri rok’ataini qobliyatun mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.

Artinya," Aku niat mengerjakan sholat sunah sesudah zuhur 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala."

Niat shalat sunah rawatib sesudah maghrib

Ushalli sunnatal maghribi rok’ataini bad’diyatta mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.

Artinya," Aku niat mengerjakan sholat sunah sesudah maghrib 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala."

Niat shalat sunah rawatib sesudah isya

Ushalli sunnatal isyaa’i rok’ataini ba’diyatta mustaqbilal qiblati lillahi ta’alaArtinya," Aku niat mengerjakan sholat sunah sesudah Isya 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala."

Berapa jumlah rakaat shalat rawatib?

Sholat sunnah rawatib jika dihitung secara keseluruhan bisa mencapai 22 rakaat. Namun, yang paling dianjurkan adalah sholat sunnah rawatib muakkad yang jumlah rakaatnya jika ditotal 12 rekaat. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadis, yang artinya:

"Dari Abdullah bin Mughaffal radhiallahu anhu, ia berkata: "Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasalam, Di antara dua azan (azan dan iqamah) itu ada salat, di antara dua azan itu ada sholat, di antara dua adzan itu ada sholat. Kemudian pada ucapannya yang ketiga dia menambahkan: bagi yang mau (mengerjakannya)". (Muttafaqun alaih). (HR Bukhari dan Muslim).

Pertanyaan Shalat Hajat dan Jawabannya

di masjid

©Press TV

Bagaimana tata cara shalat hajat?

Sholat hajat merupakan ibadah sholat sunah yang dilakukan seorang muslim agar segala keinginannya dikabulkan oleh SWT. Sholat sunah ini dapat dikerjakan 2 sampai 12 rakaat pada waktu siang maupun malam hari, kecuali waktu yang dilarang melaksanakan sholat hajat. Berikut ini tata cara shalat hajat beserta bacaannya.

1. Niat sholat hajat

Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillahi ta’ala

Artinya:

"Aku berniat sholat hajat sunah hajat dua raka’at karena Allah Ta’ala."

2. Membaca doa ifititah dan surat Al-fatihah

Setelah membaca niat dan melakukan takbiratul ikhram, berikut ini bunyi bacaan iftitah:

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa'ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil 'aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.

Setelah membaca doa iftitah dilanjutkan dengan membaca surat Al-fatikah. Bacaan ini menjadi salah satu syarat wajib dalam melakukan shalat.

3. Membaca Surat-surat pendek

4. Ruku

5. I’tidal

6. Sujud

7. Duduk diantara dua sujud

8. Sujud kedua dengan tuma'ninah

9. Melakukan raka’at kedua. Setelah itu lakukan tata cara shalat hajat seperti rakaat pertama.

10. Setelah melakukan rakaat kedua, akhiri dengan salam.

Apa saja keutamaan shalat hajat?

Shalat hajat memiliki beberapa keutamaan untuk kehidupan sehari-hari. Simak beberapa keutamaannya berikut ini.

Terkabulnya doa

Salah satu ibadah sunnah yang khusus untuk meminta agar keinginannya mudah dikabulkan oleh Allah SWT adalah sholat hajat. Setiap muslim yang memiliki kepentingan dan keinginan dianjurkan untuk mendirikan sholat hajat.

Melansir dari NU Online, ada suatu riwayat yang mengisahkan tentang seorang yang tidak sempurna penglihatannya menemui Rasulullah untuk meminta doa agar diberi kesembuhan. Akan tetapi Rasulullah SAW memerintahkan orang tersebut agar mendirikan sholat hajat lalu berdoa yang artinya:

"Ya Allah Sesungguhnya aku bermohon kepada engkau, dan aku menghadap kepada engkau dengan Muhammad Nabiyyir Rahmah, Wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap Tuhanku bersamamu dalam memohonkan hajatku ini agar dikabulkan. Ya Allah perkenankanlah dia (Muhammad SAW) memberikan syafaatnya kepadaku." (HR. Utsman bin Hunaif)

Terhindar dari kesulitan

Seorang Muslim yang sedang mengalami kesulitan dalam menjalani hidup, dianjurkan untuk mendirikan sholat hajat dan berdoa meminta pertolongan dari Allah SWT. Pasalnya Allah SWT akan memberikan pertolongan bagi hambanya yang mau berdoa.

Melansir dari NU Online, Syekh M Nawawi Banten menyebutkan riwayat dari Wahib bin Al-Warad, menyampaikan bahwa seseorang muslim yang sedang mengalami kesempitan atau kesulitan hendaknya melakukan shalat sunnah sebanyak 12 rakaat.

"Orang sedang mengalami kesempitan, berhajat untuk membuat mashlahat agama dan dunianya, dan merasakan kesulitan karenanya, hendaklah melakukan shalat sebagai berikut."(Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], cetakan pertama, halaman 103).

Pertanyaan Shalat Tahajud dan Jawabannya

ilustrasi salat

©Shutterstock

Apa itu shalat tahajud?

Shalat tahajud adalah ibadah sunah yang dikerjakan pada waktu malam hari. Secara definisi dalam Islam, shalat tahajud berarti ibadah sunah yang dikerjakan setelah bangun tidur.

Shalat tahajud bisa dikerjakan dalam kurun waktu setelah ba'da shalat isya hingga menjelang subuh. Akan tetapi, dianjurkan waktu yang tepat untuk melaksanakan shalat tahajud yaitu sepertiga malam.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis, "Shalat terbaik setelah shalat wajib adalah shalat malam." Banyak keistimewaan yang didapat setiap muslim apabila mau mengamalkan shalat tahajud.

Apa manfaat shalat tahajud?

Melaksanakan shalat tahajud di sepertiga malam adalah waktu yang tepat untuk berdoa. Di tengah keheningan malam, membuat setiap muslim lebih khusyuk dalam berdoa. Sehingga diyakini doa akan mudah dikabulkan.

Rasulullah dalam sebuah hadis bersabda, "Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do'a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya." (HR. Muslim no. 757).

Selain itu, shalat tahajud yang dilakukan secara istiqamah juga dapat menjaga kesehatan rohani. Sehingga hal ini dapat menghindarkan Anda dari gangguan mental.Pasalnya seseorang yang selalu mengerjakan shalat tahajud akan merasakan ketentraman dan ketenangan jiwa.

Allah SWT telah berfirman, "Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kara yang baik. Dan orang-orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka." (QS. Al- Furqan:63-64).

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP