Tenda berwarna biru dan merah menjadi wajah baru Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta. Pedagang kaki lima yang tadinya berjualan di trotoar sekitar Stasiun Tanah Abang, kini mengisi tenda yang disediakan oleh Pemprov DKI.
Pemandangan pedagang yang biasa tumpah ruah di trotoar, di hari ke-4 penataan, mulai tidak tampak. Trotoar di sana kembali berfungsi untuk pejalan kaki. Motor milik ojek online dan pangkalan pun tidak tampak.
Pedagang terlihat tidak berani kembali ke trotoar lantaran puluhan Satpol PP berjaga di lokasi. Hanya, kurang lebih 50 meter dari tenda khusus, terlihat pedagang yang tak mendapat lapak. Kurang dari 10 pedagang itu berjualan tepat di bawah flyover Tanah Abang. Jalur yang biasa dilalui pejalan kaki jika keluar dari pintu stasiun di depan Jati Baru Bengkel. Saat berusaha memfoto kondisi itu, pedagang itu sempat marah dan menegur.
Penataan PKL di tanah abang ©2017 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi"Mas tolong itu jangan foto-foto, enggak kasihan sama kami," ucap ibu-ibu yang tengah berjualan sandal.
Saat dihampiri dia menolak diwawancara. Namanya pun tak mau disebutkan. Di sana dia bisa berjualan bebas lantaran tidak terlihat petugas Satpol PP yang berjaga.
Para penjual minuman di lokasi pun berganti cara berdagang. Tidak lagi mereka mengeluarkan gerobak-gerobak besar untuk menjajakan dagangannya. Mereka memilih cara berpindah-pindah dengan air itu ditenteng wadah berwarna putih.
Penataan PKL di tanah abang ©2017 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi"Udah enggak bisa jualan, harus ngasong," ucap laki-laki tua berpakaian putih itu.
Sementara, parkir untuk sepeda motor disediakan khusus di bawah Flyover oleh Dishub. Di sana merupakan titik yang tak bisa dilintasi oleh kendaraan. Para tukang ojek menggunakan tempat itu untuk menunggu penumpang dan memarkirkan kendaraannya.
Advertisement