Sandi harap proyek terowongan raksasa mampu atasi banjir dan kemacetan

Sandi harap proyek terowongan raksasa mampu atasi banjir dan kemacetan. Komisaris Utama PT Antaredja Mulia Jaya, Wibisono menjelaskan JIT sendiri mempunyai dua ruas yaitu ruas Balaikambang-Manggarai (untuk mem-bypass Sungai Ciliwung), dan ruas Ulujami-Tanah Abang (mem-bypass Sungai Pesanggrahan).

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Sandi harap proyek terowongan raksasa mampu atasi banjir dan kemacetan
sandiaga uno hadiri acara maulid nabi di Monas. ©2017 Merdeka.com/nur habibie

PT Antaredja Mulia Jaya telah menyelesaikan kajian pembangunan Jakarta Integrated Tunnel (JIT) atau terowongan raksasa yang diyakini dapat mengatasi persoalan akut Jakarta, yaitu banjir. Terkait hal tersebut Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyambut baik terowongan raksasa yang sudah ada sejak era Gubernur Joko Widodo.

Pembangunan JIT diharapkan bukan hanya sebagai solusi menghindari banjir dan kemacetan ibu kota, namun diharapkan dapat menjadi pembangkit listrik Tenaga air.

"Tetapi yang menarik adalah masalah penyediaan energi karena ada pembangkit bertenaga air yang diintegrasikan di JIT," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/12).

Komisaris Utama PT Antaredja Mulia Jaya, Wibisono menjelaskan JIT sendiri mempunyai dua ruas yaitu ruas Balaikambang-Manggarai (untuk mem-bypass Sungai Ciliwung), dan ruas Ulujami-Tanah Abang (mem-bypass Sungai Pesanggrahan).

Panjang terowongan nantinya 12 kilometer di masing-masing ruas. Sepanjang 9 kilometer akan dijadikan jalan tol, sedangkan sisanya menjadi bagian fasos dan fasum.

"Kebetulan dua ruas ini akan melewati dua sungai besar yang skrg jadi momok banjir di Jakarta yaitu sungai Ciliwung dan Pesanggrahan,maka banjir di Jakarta bisa berkurang sekitar 60 hingga 80 persen, " ungkap Wibi.

Untuk dana sendiri Pembangunan ini ditaksir bakal menghabiskan sekitar Rp40 triliun dan ditargetkan selesai pada tahun 2021. "Nilai proyeknya dalam bentuk USD3 billion atau sekitar Rp40 triliun. Nanti semuanya dari swasta. Tidak membebani APBD dan APBN," katanya.

Rekomendasi