Sadis! Pedagang Kramatjati Disiram Air Keras-Dibacok hingga Tewas di Tengah Keramaian Pasar

Saat peristiwa tersebut, tidak ada satu orang pun yang membantu korban dari amukan pelaku.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Sadis! Pedagang Kramatjati Disiram Air Keras-Dibacok hingga Tewas di Tengah Keramaian Pasar
Sadis! Pedagang Kramatjati Disiram Air Keras-Dibacok hingga Tewas di Tengah Keramaian Pasar (Merdeka.com)

Saat peristiwa tersebut, tidak ada satu orang pun yang membantu korban dari amukan pelaku.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Seorang pedagang menjadi korban kekerasan oleh orang tak dikenal saat melayani kosumennya. Korban tewas usai diduga disiram air keras dan dibacok dengan senjata tajam

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Berdasarkan rekaman CCTV yang diunggah akun Instagram @wargajakarta.id, seorang korban yang mengenakan kaos warna krem sedang melayani seorang pembeli.

Tidak berselang lama datang orang tak dikenal mengenakan sweater hijau menyiramkan sebuah cairan yang diduga air keras dengan jarak yang sangat dekat.


Nampak sesaat cairan tersebut disiram, timbul kepulan asap dari tubuh korban.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

OTK tersebut langsung memukul korban beberapa kali. Kemudian OTK mengeluarkan sebilah celurit dari dalam sweternya. Penganiayaan pun berlanjut, pelaku menebaskan sajamnya beberapa kali kepada korban.

Sementara itu korban yang masih kaget pasca dilempar cairan yang diduga air keras hanya dapat melindungi diri hingga akhirnya pelaku melarikan diri.


Kapolsek Kramat Jati, Kompol Tuti Aini membenarkan insiden penganiayaan tersebut. Ia mengatakan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 00.00 WIB Senin (8/1). Korban pun dinyatakan tewas

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Iya (korban tewas)," kata Tuti saat dihubungi, Senin (8/1).


Kejadian tersebut telah dilaporkan ke pihaknya, saat ini pelaku berhasil diringkus usai ditangkap di luar kota Jakarta.

"Pelaku sudah ketangkap pagi tadi di Pamulang," terang Tuti.


Meskipun demikian, Tuti enggan untuk membeberkan motif daripada pelaku melakukan penganiayaan yang menyebabkan nyawa orang melayang. Sebab masih pihaknya masih melakukan pendalaman.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Motif masih didalami, nanti kalau data sudah lengkap kita rilis," tutupnya.

Rekomendasi