Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sabu Cair untuk Liquid Vape Diproduksi di Rumah daerah Kembangan Berasal dari Iran

Sabu Cair untuk Liquid Vape Diproduksi di Rumah daerah Kembangan Berasal dari Iran Ilustrasi rokok elektrik. Shutterstock/scyther5

Merdeka.com - Polisi menyita 16 liter sabu cair untuk dicampur rokok elektrik atau liquid vape usai menangkap satu pengedar. Liquid vape itu diproduksi di salah satu rumah di Jalan Melati, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (14/1).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penggerebekan rumah itu berawal dari informasi didapat petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta tentang adanya penyelundupan narkoba. Kedua pihak melakukan kerjasama.

"Kemudian informasi itu ditindaklanjuti oleh penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Hingga akhirnya, diketahui memang benar adanya pengiriman sabu cair ke rumah yang berada Jalan Melati, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat," kata Wisnu dalam keterangan tertulis diterima merdeka.com, Minggu (15/1).

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa menjelaskan, bahan baku barang haram itu masuk dari perdagangan narkoba internasional Iran-China-Hongkong. Dalam penggerebekan ini, satu orang berinisial MR ditetapkan sebagai tersangka.

385 Botol Liquid Vape Berisi Sabu Siap Diedarkan

Dari penggerebekan ini, ratusan botol liquid atau sabu cair disita. Bahkan, ada beberapa yang sudah siap diedarkan. "Barang bukti sebanyak 385 botol dengan berat kurang lebih 16 liter. Siap edar dan sudah ada yang siap kirim juga," kata Mukti.

Tak hanya itu saja, pelaku juga menjual liquid sabu tersebut secara bebas di situs oneline miliknya dengan harga Rp200 ribu per botolnya untuk ukuran 100 miligram.

"Dari pemeriksaan sementara, pelaku ini baru akan menjual liquid yang diproduksi ke sejumlah pemesan yang berada di Wilayah Jabotabek," ujar dia.

Trunoyudo menambahkan tersangka MR ini merupakan warga negara Indonesia. Saat ini tengah dikembangkan oleh penyidik karena ini merupakan 'clan distance' sindikat internasional.

"Dalam proses distribusi atau penjualannya ini juga melalui online yang tadi disampaikan bahwasannya masyarakat untuk waspada berhati-hati ketika membeli liquid cair dalam bentuk untuk Vape sehingga mungkin itu juga mengandung narkotika apapun jenisnya yang dikemas sedemikian rupa," ujar Trunoyudo.

Sementara dari Bea Cukai, Kepala Bidang P2 Bea Cukai Soekarno-Hatta, Zaky Firmansyah menyebutkan, bahan baku narkoba ini berasal dari Iran kemudian ke Hongkong baru masuk ke Indonesia. "Ini dua kali pengiriman dalam waktu yang berdekatan dan bisa kita ungkap di TKP saat ini," kata Zaky.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP