Tumpukan bambu yang merupakan limbah alat peraga kampanye dipindahkan menggunakan alat berat di tempat penyaringan sampah di TB Simatupang, Jakarta, Jumat (16/2/2024). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengumpulkan sampah alat peraga kampanye (APK) untuk didaur ulang. Liputan6.com/Herman Zakharia
Advertisement
Ada sebanyak 13.690 kilogram sampah alat peraga kampanye (APK) Pemilu 2024 yang dikumpulkan Pemprov DKI. Liputan6.com/Herman Zakharia
Pengolahan sampah tersebut dilakukan berdasarkan jenisnya. Sampah baliho atau poster berbahan plastik akan diubah menjadi refuse derived fuel (RDF). Sedangkan sampah berbahan tekstil akan diolah di Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Bantargebang. Liputan6.com/Herman Zakharia
Sementara itu, sampah berbahan bambu atau kayu akan didaur ulang menjadi kompos di fasilitas pengolahan sampah TB Simatupang. Liputan6.com/Herman Zakharia
Tumpukan bambu yang merupakan limbah alat peraga kampanye dipindahkan menggunakan alat berat di tempat penyaringan sampah di TB Simatupang, Jakarta, Jumat (16/2/2024). Liputan6.com/Herman Zakharia
Advertisement
Tumpukan bambu yang merupakan limbah alat peraga kampanye dipindahkan menggunakan alat berat di tempat penyaringan sampah di TB Simatupang, Jakarta, Jumat (16/2/2024). Liputan6.com/Herman Zakharia
Tumpukan bambu yang merupakan limbah alat peraga kampanye dipindahkan menggunakan alat berat di tempat penyaringan sampah di TB Simatupang, Jakarta, Jumat (16/2/2024). Liputan6.com/Herman Zakharia
Tumpukan bambu yang merupakan limbah alat peraga kampanye saat menjalani pengolahan menjadi kompos di tempat penyaringan sampah di TB Simatupang, Jakarta, Jumat (16/2/2024). Liputan6.com/Herman Zakharia
Advertisement