Bunyi klakson saling bersahutan. Sejauh mata memandang terlihat mobil berbagai merek berjejer rapi melaju dengan lambat.
Secara bergantian, telapak kaki berpindah pijakan. Sebentar menginjak pedal gas kemudian langsung pindah ke pedal rem. Menandakan mobil tak bisa melaju dengan kecepatan penuh.
Begitu yang dialami RM tiap kali melintas di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur. Kediaman RM di Cibubur mengharuskannya lewati ruas jalan tersebut menuju kantor di kawasan Jakarta Selatan.
Tak jauh dari jalan MT Haryono, terdapat gedung Badan Narkotika Nasional (BNN). Nah, di sekitarnya berdiri tegak halte Busway tak berpenghuni.
Banyak yang menyebut halte itu menjadi biang kerok kemacetan panjang di sekitar hingga Universitas Kristen Indonesia (UKI).
"Parah tiap pagi (macetnya). Bottle necknya di jalur MT Haryono separator busway, ujung sampai UKI. Penyebab utamanya separator busway," kata RM saat kepada merdeka.com, Jumat (30/5).
Bukan cuman karena separator TransJakarta yang jadi penyebab kemacetan. Kadangkala banyak sejumlah ojek online ngetem untuk sekedar menunggu orderan masuk di pinggiran halte Transjakarta yang sudah tidak difungsikan lagi. Kondisi itu justru yang membuat lalu lintas menambah keruh.
Padahal sudah ada halte pengganti, Halte Transjakarta BNN yang terintegrasi langsung dengan Stasiun LRT Cawang, kurang lebih berjarak 170 meter dari halte lama.
"Belum lama (halte TJ terbengkalai) itu, tadinya ada separator, bikin tambah macet lagi depan haltenya, mungkin baru 3 bulan kali ya," ucap RM.
"Harusnya dijadiin trotoar saja, biar yang mau akses jalan ke UKI, BNN nyaman, daripada terbengkalai. Ojek-ojek motor yang mangkal juga ditertibkan, biar indah pemandangannya," tambah dia.
Berbeda dengan halte Transjakarta BNN karena terbengkalai, kali ini Halte di Jalan MT Haryono arah Pancoran tepatnya di depan gedung Nindya Karya masih aktif beroperasi. Kendati kemudian Halte itu menjadi sasaran vandalisme.
Papan yang biasanya dipasang iklan pada halte itu, berubah menjadi coretan tinta pilox putih oleh tangan-tangan jahil. Peta di halte itu juga sudah tidak nampak lagi, hanya menyisakan cat putih hasil coretan. Tapi masih banyak digunakan warga untuk menunggu bus Metrotrans atau Jaklingko.
Advertisement
Selain halte mangkrak, beberapa fasilitas umum di Jakarta bernasib kurang beruntung. Seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) tepat di depan Gedung Smesco, Pancoran, Jakarta Selatan.
Besi-besi yang seharusnya penghalang JPO hilang. Bukannya tak memikirkan keselamatan, Haryani, salah satu warga tetap menggunakan JPO tersebut untuk menyeberang.
Daripada memutar jauh pikirnya. "Setiap hari saya selalu lewat jembatan ini kan buat kerja, tapi memang sudah lama besi-besinya tuh hilang," ucap Hariyani saat ditemui di lokasi.
Bukan cuman besi-besinya yang sudah hilang dan berkarat, kondisinya semakin parah saat ada lilitan kabel berbagai ukuran menjuntai di pinggir-pinggir jalan jembatan.
Namun, keberanian Haryani surut saat hujan turun. Ia memilih mencari JPO lain yang berjarak beberapa meter supaya lebih aman, lantaran JPO beratap langit.
Hal serupa juga terjadi di JPO kawasan Ranco, Jakarta Selatan. Sudah beratap langit, JPO ini juga menjadi 'tempat sampah' warga. Terlihat juga hilangnya beberapa besi pada pegangan. Bergerak menuju Pusat Jakarta, tepatnya kawasan Kramat Raya, terdapat JPO terbengkalai.
Setelah menaiki anak tangga JPO, terlihat adanya beberapa lubang pada bagian atas atau bagian untuk menyebrangi jalan. Bahkan ada lebih dari satu lubang. Belum diketahui sudah berapa lama lubang-lubang itu memenuhi anak tangga JPO.
Advertisement
Perihal banyaknya fasilitas publik yang tidak terurus ini, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Wiwik Wahyuni hanya menjawab singkat. Pemprov telah melakukan pengecekan terhadap total 11 JPO yang tersebar di lima wilayah Jakarta.
"Total ada 11 JPO tersebar di Jakarta Pusat, Timur, Utara, Barat, dan Selatan yang telah kami cek. Kegiatan pemeliharaan dan perbaikan akan dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga pada Tahun Anggaran (TA) 2025," ujar Wiwik dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.
Berikut Daftarnya:
1. Jakarta Pusat : 2 JPO
JPO Pasar Kenari
JPO Pengadilan DKI Jakarta
2. Jakarta Utara : 2 JPO
JPO Bandengan
JPO Harco
3. Jakarta Barat : 2 JPO
JPO Rumah Pompa Departemen Agama
JPO Warung Gantung
4. Jakarta Selatan : 3 JPO
JPO Masjid Raya Pondok Indah
JPO SDN 03 Pejaten
JPO Pasar Minggu BSI
5. Jakarta Timur : 2 JPO
JPO Kampung Melayu
JPO TMII