PDIP DKI Tunggu Evaluasi Formula E: Kalau Rugi, Tidak Usah Dilanjutkan

Gembong menilai bahwa Formula E tidak hanya sebatas untung rugi secara finansial. Namun, ada misi tersendiri yang dituju dari pagelaran tersebut.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
PDIP DKI Tunggu Evaluasi Formula E: Kalau Rugi, Tidak Usah Dilanjutkan
Pembalap Bersaing Ketat Adu Kecepatan Formula E. ©2023 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyarankan, penyelenggaraan ajang balap mobil listrik Formula E tak usah diadakan lagi pada 2024 jika tahun ini rugi.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan meneken kontrak agar dapat mengadakan Formula E di Ibu Kota selama tiga tahun, dari 2022 sampai 2024.

Namun, pada Formula E 2023 kemarin, perhelatan nampak sepi penonton. Bahkan, diduga panitia Formula E bagi-bagi tiket gratis agar jumlah penonton bertambah.

"Ketika gelaran itu merugikan perusahaan kan idealnya tidak usah dilanjutkan. Dia kan BUMD, business to business. Ketika diberikan mandat oleh rakyat untuk mengelola perusahaan daerah, cara pengelolaan kan tidak boleh serampangan," kata Gembong ketika dikonfirmasi, Selasa (6/6).

Meski demikian, Gembong masih menunggu evaluasi Formula E 2022. Sebab, katanya, evaluasi masih berjalan.

"Sepanjang itu menguntungkan saya kira ya harus dilanjutkan. Ketika merugikan, merugikan kas perusahaan, ya ngapain musti dilanjutkan. Tapi sekali lagi, ini butuh evaluasi yang berjalan," ujar Gembong.

Lebih lanjut, Gembong menilai bahwa Formula E tidak hanya sebatas untung rugi secara finansial. Namun, ada misi tersendiri yang dituju dari pagelaran tersebut.

"Misi lain itu apa? Bagaimana Indonesia bisa melakukan pengenalan, pemasaran terhadap kendaraan ramah lingkungan," jelas Gembong.

"Ya nanti kan dari evaluasi akan ketahuan. Artinya kerugian itu kerugian dari sisi mana. Kan di sisi kerugian itu ada keuntungan. Mungkin dari sisi finansial rugi tapi dari sisi kampanye kendaraan ramah lingkungan untung," tambahnya.

Rekomendasi