Dinkes DKI Temukan 99 Kasus Terduga Polio

Dari data tersebut, kasus terbanyak terduga polio berada di Jakarta Timur dengan 33 kasus. Kemudian, Jakarta Barat dengan 25 kasus dan Jakarta Selatan 18 kasus.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Dinkes DKI Temukan 99 Kasus Terduga Polio
Polio. ©2013 Merdeka.com

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menemukan 99 kasus terduga polio di Ibu Kota. Data ini dihimpun sejak 1 Januari sampai 19 Mei lalu.

Dari data tersebut, kasus terbanyak terduga polio berada di Jakarta Timur dengan 33 kasus. Kemudian, Jakarta Barat dengan 25 kasus dan Jakarta Selatan 18 kasus.

"Jumlah terduga polio di Jakarta 1 Januari-19 Mei ada 99 kasus. Jakarta Pusat 5, Jakarta Utara 17, Jakarta Barat 25, Jakarta Selatan 18, Jakarta Timur 33, dan Kepulauan Seribu 1," kata Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Ngabila Salama, Jumat (19/5).

Ngabila mengatakan bahwa perlu adanya tindakan pencegahan yang terhadap penemuan kasus tersebut. Selain itu, perlu adanya peningkatan capaian imunisasi rutin.

"Terutama di daerah padat penduduk dan capaian imunisasi rendah. Capaian imunisasi polio di DKI Jakarta sejak 2019 sampai dengan 2022 mencapai target di atas 95 persen kecuali saat pandemi tahun 2020," ujar Ngabila.

Maka dari itu, jelas Ngabila, semua anak harus mendapatkan vaksin polio. Adapun anak harus melengkapi imunisasi polio tetes sebanyak empat kali saat usia 1, 2, 3, dan empat bulan serta dua kali untuk polil suntik saat 4 dan 9 bulan.

"Imunisasi gratis di posyandu, puskesmas, layanan imunisasi yang bekerjasama dengan pemerintah. Sertifikat imunisasi anak juga bisa langsung di-download di aplikasi SATUSEHAT," jelas Ngabila.

Selain itu, masyarakat diharapkan untuk kebersihan diri dan lingkungan terutama makanan minuman yang dikonsumsi agar tidak tercemar kotoran.

"Makanan yang dikonsumsi juga harus sehat dan matang. Cegah buang air besar sembarangan yang akan mencemari lingkungan," imbuh Ngabila.

Rekomendasi