Warga Negara Iran berinisial NB (33) membawa narkotika jenis sabu cair, sebanyak 264,73 kilogram yang jika diolah menjadi 750 kilogram sabu kristal. Untuk mengelabui petugas, dia menambahkan bensin di dalam dirigen sabu cair.
"Untuk mengelabui apabila operasi di laut pada saat pemeriksaan kapal laut mereka mencampur liquid ini dengan bensin. Jadi apabila ada pemeriksaan begitu dibuka isinya bensin," kata Dir Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa kepada wartawan, Kamis (11/5).
Namun, bensin hanya dicampur sedikit agar bau tercium lebih dominan.
"Dicampurnya tuh bukan dicampur semua, dicampur sedikit aja supaya baunya bau bensin. Bukan dicampur secara global, dikit saja. Supaya wah ini bensin karena bau bensin menyengat daripada wangi sabu," ujarnya.
Advertisement
Modus penambahan bensin ke dalam dirigen sabu cair merupakan modus baru. Modus ini agar setelah tiba di darat, sabu cair tersebut bisa langsung dikristalkan.
"Jadi ini modus baru dari jaringan ini untuk mengelabui petugas, liquid ini dicampur dengan bensin dan nantinya apabila sudah di darat ketemu masanya akan dikristalkan seperti yang disampaikan pa direktur tadi bahwa nanti dari 264 kg sabu cair nanti diekstrak jadi 750 kg sabu kristal," ujar Mukti.
Sebelumnya, Mukti mengakui pengungkapan kasus narkoba jaringan Iran bukanlah yang pertama kali, ditambah modus jaringan kali ini menjadi modus baru.
"Jaringan Iran ini sudah kita lakukan pengungkapan kasus bukan yang pertama kali ini jadi jaringannya sangat masif bahwa beberapa kali informasi Iran sudah terjadi penangkapan. Jadi selama ini kita mengungkap jaringan Iran rata2 sabu itu udah bentuk kristal dan dikemas dalam bentuk mangkok land," kata Mukti.
Reporter Magang: Alya Fathinah