Tersangka penembakan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Mustofa (60) dipastikan meninggal lantaran penyakit yang dideritanya.
Ahli Forensik RS Polri, dr. Arfiani mengatakan, Mustofa memiliki riwayat penyakit jantung disertai dengan infeksi paru-paru.
“Jadi kami dokter forensik menyimpulkan korban mati karena serangan jantung yang diperberat oleh infeksi di paru,” katanya di Polda Metro Jaya, Jumat (5/5).
Advertisement
Hal itu juga diperkuat dengan temuan-temuan barang bukti berupa sejumlah obat-obatan yang ditemukan saat olah TKP. Dikatakannya obat-obat itu diyakini untuk penanganan penyakit tersangka.
"Jadi obat-obat itu menunjukan obat-obat yang untuk penyakit alergi berupa pernapasan," ucap Kabiddokes RS Polri, Kombes Heru Wijatmoko di waktu yang bersamaan.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin menjelaskan, jenazah pelaku penembakan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi guna mengetahui penyebab kematiannya.
Komarudin menjelaskan, pihaknya belum mengetahui penyebab pelaku berinisial M (60) itu meninggal dunia setelah melakukan penembakan di Kantor MUI Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa siang.
"Saat ini mau diautopsi, nanti dari sanalah baru diketahui penyebab meninggalnya kenapa. Karena ditemukan juga dalam tasnya barang-barang seperti obat-obatan, buku rekening dan beberapa lembar surat-surat," kata Komarudin.
Advertisement
Komarudin menjelaskan, pelaku asal Lampung itu ditangkap oleh petugas dalam kondisi tidak sadar. Pelaku kemudian dibawa ke Polsek terdekat, namun masih tidak sadar sehingga polisi membawanya ke Puskesmas Menteng.
"Dokter Puskesmas Menteng menyatakan bahwa pelaku sudah dalam keadaan meninggal," katanya.
Sebelum tidak sadarkan diri, pelaku penembakan yang mengenakan baju kotak-kotak tersebut sempat lari keluar kantor, namun berhasil ditangkap oleh petugas.