Warga Kampung Tanah Merah Bawah, Koja, Jakarta Utara menyampaikan empat tuntutan kepada Pihak Pertamina. Tuntutan disampaikan menyusul kebakaran yang terjadi pada Depo Pertamina Plumpang, Jumat (3/3) malam.
"Harapan kami kami warga ada empat tuntutan yang diminta kepada pihak Pertamina," kata Ketua RW 12 Abdus ketika ditemui awak media di lokasi, Sabtu (4/3).
Pertama, Abdus meminta agar Pertamina memperhatikan kondisi warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian. Mereka mengharapkan bantuan berupa suplai bahan makanan maupun pakaian yang layak.
"Pertama kan ada warga kami yang mengungsi di tenda pengungsian bisa untuk mendapatkan bahan baku makanan. Segala macem juga, seperti pakaian, dan segala macam buat warga yang terdampak," ucapnya.
Advertisement
Tuntutan kedua, lanjut Abdus, agar pihak Pertamina memberikan santunan kepada ahli waris dari para korban meninggal akibat insiden kebakaran ini, termasuk pertanggungjawaban medis kepada korban yang mengalami luka-luka.
"Pertamina agar bisa bertanggung jawab terkait santunan dan segala macam. Kepada korban yang luka-luka agar Pertamina bertanggung jawab terkait pengobatannya," ucapnya.
Bahkan, kata Abdus, banyak warganya yang mengalami trauma akibat kejadian itu. Ia meminta Pertamina memberikan bantuan pendampingan secara psikologis.
"Psikologisnya. kebanyakan tadi malam saya ketemu warga saya di pengungsian mereka trauma untuk kembali ke wilayah," ucapnya.
Tuntutan ketiga, lanjut Abdus, berharap Pertamina bertanggung jawab atas kerusakan bangunan yang dialami warga, khususnya warga RT12/RW09. Di kawasan ini bangunan rusak mencapai 70 unit.
"Ini terkait bangunan yang hancur agar Pertamina ini bisa bertanggung jawab merenovasi rumah warga yang terbakar," kata dia.
Lalu terakhir, keempat, Abdus mendesak agar Pertamina turut mengevaluasi terkait keamanan keberadaan Depo Pertamina Plumpang yang ada di tengah pemukiman warga.
"Keempat, kami meminta keberadaan Pertamina di tengah pemukiman penduduk ini segera dievaluasi. Apa mau pindah atau gimana agar lebih safety juga. Karena ini sudah banyak korban ini," tuturnya
Abdus mendata sejauh ini empat warganya di RW 12 meninggal akibat kebakaran itu. Selain itu, sekitar 40 orang warga mengalami luka-luka dan telah berada di rumah sakit.
"Yang sudah teridentifikasi baru 4 karena rata-rata luka bakar. ini 4 meninggal ya yang sudah teridentifikasi. Kalau, baik luka berat atau ringan lebih dari 40 orang. Tapi untuk identitas korban meninggal saya belum tahu," jelasnya.
Advertisement
Sejauh ini akibat dampak kebakaran kebakaran Depo Pertamina di Plumpang, Koja, Jakarta Utara (Jakut), tercatat korban tewas sebanyak 13 orang, tiga di antaranya anak-anak. Sementara korban luka-luka telah mencapai 49 orang. Data ini disampaikan Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan pada Sabtu (4/3) pagi.
Semua korban yang mengalami luka diketahui telah dibawa ke sejumlah unit kesehatan, di antaranya RS Koja, RS Pelabuhan, RS Mulyasari, RS Tugu Koja, hingga RS Polri, Kramat Jati. Para korban saat ini telah mendapatkan perawatan.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.20 WIB. Api dari Depo Pertamina Plumpang merambat ke 2 RW permukiman warga di Jalan Tanah Merah Bawah, RT 012/009, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara.
Pertamina mengonfirmasi bahwa kebakaran di Depo Plumpang terjadi pada bagian pipa. Kini, orang-orang dievakuasi menjauh dari lokasi kebakaran.
"Terjadi insiden terbakarnya pipa penerimaan BBM di Integrated Terminal BBM Jakarta, Plumpang," kata Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan saat dikonfirmasi.