Harap Cemas Warga Cari Keluarga di Areal Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

Rasa cemas menghinggapi M. Junaedi, pria berusia 50 tahun yang masih mencari keponakannya Hanifah (30). Kerabatnya itu hilang pasca-kebakaran yang melanda kawasan perumahan RT09/012 di sekitar Depo Pertamina, Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (3/3) malam.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Harap Cemas Warga Cari Keluarga di Areal Kebakaran Depo Pertamina Plumpang
Puing-puing rumah yang terbakar di dekat Depo Pertamina Plumpang. ©2023 Merdeka.com/Bachtiaruddin Alam

Rasa cemas menghinggapi M. Junaedi, pria berusia 50 tahun yang masih mencari keponakannya Hanifah (30). Kerabatnya itu hilang pasca-kebakaran yang melanda kawasan perumahan RT09/012 di sekitar Depo Pertamina, Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (3/3) malam.

Ditemui merdeka.com pada Sabtu (4/3) di lokasi, Junaedi terlihat lelah. Matanya merah karena sejak tadi malam berusaha untuk mencari Hanifah.

"Sampai jam 03.00 saya nyari, nggak ketemu, saya lelah saya istirahat dulu. Lalu saya kembali mencari lagi sampai sekarang," kata Junaedi.

Rasa khawatir Junaedi menanti kabar sang keponakan masih menerpa dirinya. Terlebih ketika dirinya melihat secara langsung kondisi rumah Hanifah yang rata dengan tanah, rubuh sampai hancur.

"Anak-anak sudah ketemu dan ibunya yang belum saya lacak di rumah Mulyasari," ujarnya.

Bahkan Junaedi dengan beberapa keluarga sempat ingin mencari sendiri Hanifah di balik reruntuhan rumah. Namun niatnya itu ditahan warga setempat, karena akan membahayakan dirinya.

"Tadi saya mau angkat puing-puing tapi dinasihati, jangan bahaya, biarkan petugas," ucapnya.

Seusai ditahan, Junaedi kembali menceritakan detik-detik dirinya yang kala kejadian telah berusaha mencari Hanifah. Ia langsung lari dari tempat kerjanya di Pasar Ikan, sesaat mendengar kabar kebakaran di Depo Plumpang.

"Saya langsung buru-buru (lari dari Pasar Ikan) saya sampai dekat lokasi saya berhenti nggak kuat baunya bensin menyengat banget, nggak kuat. Akhirnya saya mundur lagi dan tertahan oleh anggota Brimob," katanya.

Perbincangan dengan Junaedi pun terhenti ketika aparat Kepolisian yang datang menyampaikan akan melakukan proses olah TKP sekaligus mencari Hanifah. Dengan harapan yang besar, Junaedi menyampaikan permintaan tolongnya kepada aparat.

"Pak ini keluarganya di Madura sudah nangis-nangis. Tolong Pak," ucapnya.

Sejauh ini akibat dampak kebakaran kebakaran depo Pertamina di Plumpang, Koja, Jakarta Utara (Jakut), tercatat korban tewas sebanyak 13 orang, dua diantaranya anak-anak. Sementara korban luka-luka telah mencapai 49 orang.

Semua korban yang mengalami luka diketahui telah dibawa ke sejumlah unit kesehatan, di antaranya RS Koja, RS Pelabuhan, RS Mulyasari, RS Tugu Koja, hingga RS Polri, Kramat Jati. Para korban saat ini telah mendapatkan perawatan.

Adapun kebakaran terjadi sekitar pukul 20.20 WIB, dengan api yang merambat ke 2 RW pemukiman warga di Jalan Tanah Merah Bawah, RT 012/009, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara.

Pertamina mengonfirmasi bahwa kebakaran di Depo Plumpang terjadi pada bagian pipa. Kini, warga sudah dievakuasi menjauh dari lokasi kebakaran.

"Terjadi insiden terbakarnya pipa penerimaan BBM di Integrated Terminal BBM Jakarta, Plumpang," kata Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan saat dikonfirmasi.

Rekomendasi