Warga Terus Menagih, Kapan Kampung Susun Bayam Bisa Dihuni?

Saat ini, lebih kurang ada 50 KK eks Kampung Bayam yang bersedia menandatangani kontrak menyewa unit. Unit yang disewa dipastikan tidak boleh diperjualbelikan kembali. Total ada 135 unit hunian di Kampung Susun Bayam.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Warga Terus Menagih, Kapan Kampung Susun Bayam Bisa Dihuni?
Ceria Warga Huni Kampung Susun Bayam. ©2022 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Warga terdampak membangun Jakarta Internasional Stadium (JIS) terus menanti kepastian menghuni Kampung Susun Bayam. Sejak pembangunan JIS dilakukan, hidup mereka terlunta-lunta beratapkan terpal.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) berjanji Kampung Susun Bayam bisa segera dihuni di tahun 2023 mendatang.

"Insya Allah dalam waktu dekat, mudah-mudah awal tahun 2023, gak lama lagi," kata VP Corporate Secretary JakPro, Syachrial Syarif, kepada merdeka.com, Kamis (22/12).

Syachrial mengatakan, meski berdiri di atas lahan Dispora DKI Jakarta, pengelolaan bangunan Kampung Susun Bayam sudah dipercayakan pada Jakpro. Namun demikian, Jakpro ingin memastikan seluruh proses perizinan rampung agar di kemudian hari tidak menjadi masalah.

"Jakpro butuh landasan administrasi karena itukan dibangun di atas lahan pemprov. Makanya kita perlu yakinkan bahwa Jakpro sebagai pengelola bangunan yang berdiri di atas lahan pemerintah, boleh bertransaksi dengan pihak lain," katanya.

Saat ini, lebih kurang ada 50 KK eks Kampung Bayam yang bersedia menandatangani kontrak menyewa unit. Unit yang disewa dipastikan tidak boleh diperjualbelikan kembali. Total ada 135 unit hunian di Kampung Susun Bayam.

Besaran biaya sewa, sambungnya, menyesuaikan pada Pergub 55 tahun 2018. Dalam pergub tersebut telah ditentukan besaran tarif sewa dengan mempertimbangkan lokasi dan luasan unit.

"Kisaran Rp615 ribu - Rp765 ribu," jelasnya.

Rekomendasi