Sejumlah warga Kampung Susun Bayam (KSB) menggeruduk Balai Kota DKI Jakarta. Mereka meminta kejelasan atas nasib hunian yang tak kunjung bisa ditempati.
Mewakili warga, Ketua Koperasi Persaudaraan Warga Kampung Bayam Asep Suwenda merasa telah dibohongi Jakpro.
Sebab, Jakpro menjanjikan warga Kampung Susun Bayam bisa menghuni rumahnya pada 20 November 2022.
"Namun, hingga saat ini, mereka masih tetap belum bisa masuk ke dalam KSB," keluh Asep saat ditemui wartawan di Balai Kota, Jakarta, Jumat (2/12).
"Kita berapa kali dijanjikan, mestinya tanggal 20 bulan November, penerima kunci (masuk). Ternyata nol. Makanya kita aksi gini, karena kita sudah sering dibohongi," tambah Asep.
Asep mengatakan warga akan beraksi sampai bisa masuk ke KSB. Hari ini, mereka akan bertahan hingga pukul 17.00 Wib jika keluhannya tak ditanggapi.
"Sebenarnya rencananya sampai tuntutan kita dipenuhi saja. Kalau misalkan Senin kita aksi lagi, kemungkinan bisa, nanti kita musyawarahkan. Tapi yang jelas, hari ini kan tuntutan belum terpenuhi," kata Asep.
Harapan ke Dirut anyar Jakpro
Sementara itu, terkait perombakan direksi PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Asep beserta warga Kampung Susun Bayam berharap adanya keberpihakan ke rakyat kecil.
Advertisement
"Kalau yang baru, kita belum tahu nih sejauh mana keberpihakan ke masyarakat kecil. Kita belum tahu," katanya.
Asep mengatakan, pihak Jakpro selaku pengelola belum ada komunikasi lebih lanjut kepada warga KSB meskipun telah melakukan aksi gelar tikar di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat.
"Belum ada tapi mereka (Jakpro dan Pemprov DKI) sepertinya sudah saling komunikasi. Karena terus terang, kemaren pun kalaupyang menerima (audiensi) kita orang Jakpro di dalam, kita enggak mau masuk. Nggak menerima. Kiita sudah capek sama orang Jakpro, kecuali dirutnya, ya. Kalau cuma karyawan-karyawan biasa, enggak bisa ada satu keputusan, percuma," jelas Asep.
Pun, Dirut baru Jakpro juga belum menghubungi pihak warga KSB.
"Belum. Kita enggak tahu karena kita belum pernah ketemu," kata Asep.