Lawan Pelecehan Seksual di Ruang Publik, Korban & Saksi Harus Lapor Jangan Diamkan

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, penting bagi pengelola transportasi untuk meningkatkan petugas keamanan. Demi mencegah terjadinya pelecehan seksual di transportasi umum.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Lawan Pelecehan Seksual di Ruang Publik, Korban & Saksi Harus Lapor Jangan Diamkan
Bus Transjakarta di kawasan Sudirman. ©2022 Merdeka.com/Imam Buhori

Pelecehan seksual sering terjadi di dalam transportasi umum. Teranyar, seorang pria mengaku menjadi korban pelecehan seksual pemuda saat sedang berada di dalam Transjakarta.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, penting bagi pengelola transportasi untuk meningkatkan petugas keamanan. Demi mencegah terjadinya pelecehan seksual di transportasi umum.

"Banyak pengawas kan di tempat-tempat umum itu, ada Polisi, ada Satpam, ada Satpol PP," kata Djoko saat dihubungi, Jumat (4/11).

Tidak cuma itu, Djoko mengungkapkan, para petugas keamanan juga perlu diberikan edukasi lebih bagaimana cara mencegah hingga penanganan tindak kekerasan seksual di lingkup publik.

"Tapi, mereka harus diedukasi lebih soal kekerasan seksual seperti mengenali langkah-langkah penanganan calon korban dari pelecehan seksual," ungkapnya.

Djoko menilai, korban dan saksi tidak perlu takut untuk melapor. Karena tersedia layanan pengaduan di berbagai area transportasi publik. Adapun, Pemprov DKI Jakarta menyediakan layanan Pos SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) di 23 halte Transjakarta, 13 stasiun MRT dan 6 stasiun LRT

"Bukan hanya UU-nya (UU TPKS). Diri sendiri juga kalau ada seperti itu harus bisa mengantisipasi. Ya, pengaduan ada dibuatkan hotline-hotline itu dipampang dan diberikan di tempat-tempat umum. Apalagi di Jakarta," ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat sebagai pengguna fasilitas transportasi publik juga perlu mendapatkan edukasi mengenai kejahatan seksual sejak dini hingga usia dewasa.

"Edukasi pada masyarakat juga perlu, pada anak-anak juga harus dimulai dari sekolah-sekolah. Karena, pasti mulainya dari pendidikan, kejahatan seksual itu harus dikenalkan di sekolah sejak usia dini terutama saat naik transportasi publik," tutupnya.

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menegaskan bergerak cepat menangani aduan pelecehan seksual yang terjadi pada seorang penumpang pria di Koridor 4 (Pulogadung – Dukuh Atas) pada Rabu, 2 November 2022.

Diketahui, korban mengalami kejadian di perjalanan dan melaporkan kepada petugas di Halte Rawamangun, Jakarta Timur sekitar pukul 19.32 WIB.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta, Anang Rizkani Noor menyampaikan, atas insiden ini pihaknya telah mengamankan dan menginterogasi pelaku, termasuk untuk mendapatkan identitas.

Anang menyebut, korban juga telah dibantu untuk melaporkan kejadian pecehan yang dialami ke pihak berwajib. Transjakarta pun telah menghubungi korban. Namun yang bersangkutan belum ingin melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian.

"Kami tidak menoleransi segala bentuk tindak pelecehan seksual. Transjakarta berterimakasih dan mengapresiasi para pihak yang telah melaporkan insiden pelecehan seksual untuk ditindaklanjuti. Kami mengimbau agar pelanggan selalu waspada dan berhati-hati agar terhindar dari aksi pelecehan seksual," kata Anang.

Sebelumnya, kasus ini viral di media sosial Twitter usai korban menyampaikan kejadian yang dialaminya di akun pribadi.

Dalam cuitannya, pria itu mengaku menjadi korban tindak pelecehan seksual dari sesama penumpang pria lainnya ketika naik bus TransJakarta arah Pulogadung, Jakarta Timur. Dia turut mengunggah foto wajah terduga pelaku di twit-nya itu.

"Untuk pengguna @PT_Transjakarta arah Pulogadung, hati-hati dengan orang ini. Tadi malam, dia melakukan tindakan pelecehan ke saya. Dalam kondisi bus 4D padat," kata Safar lewat cuitannya melalui akun @bulansafar dikutip Kamis (3/11).

Lebih lanjut, Safar juga menceritakan bentuk pelecehan yang dialami. Pelaku, kata Safar menyatakan bahwa pelaku mencolek alat vitalnya saat berada di dalam bus. Padahal, saat itu kondisi bus sedang ramai.

Safar mengaku sempat emosi dan memukul pelaku di wajahnya. Menurut Safar petugas Transjakarta sempat memeriksa identitas pria tersebut, memberikan alamat dan nomor ponsel.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar

Rekomendasi