Semasa menjabat, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggagas salah satu program sumur resapan sebagai salah satu cara mengatasi banjir Jakarta. DPRD DKI Jakarta berharap setelah Anies lengser, penerusnya bisa mengkaji ulang peruntukan sumur resapan sehingga benar-benar bermanfaat sesuai fungsinya.
Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Ida Mahmudah mengatakan hal itu penting untuk meminimalisir terbuangnya anggaran secara sia-sia jika kembali dialokasikan pada penganggaran di tahun yang akan datang.
"Sumur resapan bagus apa tidak sih? Saya hanya berharap untuk 2023 kalau mau menganggarkan dikaji betul-betul, titik lokasinya, titik tepatnya," kata Ida di DPRD DKI Jakarta, Rabu (28/9).
"Jangan bikin sumur resapan baru semeter dua meter digali sudah keluar air, kan percuma dong bikin sumur resapan," keluhnya.
Advertisement
Menurutnya, seharusnya keberadaan sumur resapan memudahkan warga yang wilayahnya terdampak banjir saat musim penghujan tiba. Maka dari itu, jangan sampai ke depannya malah membuat resah masyarakat. Mengingat banyaknya lokasi titik-titik keberadaan sumur resapan di wilayah DKI Jakarta.
"Kedua titik sumur resapan ini tidak membuat resah masyarakat. Kita lihat saja kantor kelurahan, bisa 17 bisa 23 titik, satu kantor kelurahan halamannya dibuat sumur resapan," jelas Ida.
Ida berharap kajian terkait sumur resapan untuk mencegah banjir dilakukan dengan matang. Dia yakin jika dikaji secara matang, pasti hasil yang didapat akan maksimal. Begitu juga sebaliknya, jika tidak ada kajian mendalam.
"Jangan sampai terjadi lagi di 2023," ujar dia.
Advertisement
Selain sumur resapan, Ida meminta ada kejelasan soal program normalisasi.
"Siapapun Gubernurnya, siapapun Pj itu harus menyelesaikan sampah, banjir, macet, dan sebagainya," ucap dia.
Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa penanganan banjir di wilayah DKI Jakarta tidak bisa hanya mengandalkan konstruksi beton atau sheetpile.
Menurut Anies, air yang bermuara ke utara Jakarta dapat ditahan lebih lama dengan membangun waduk dan memperbanyak sumur resapan.
Hal ini tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 25 Tahun 2022 Tentang Rencana Pembangunan Daerah Tahun 2023-2026. RPD yang terdapat dalam Pergub ini akan dijalankan oleh Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta berikutnya sebagai pedoman menjalankan pemerintahan di DKI.
Diketahui, Anies bahkan telah menambah 583 sumur resapan sebagai salah satu unsur revitalisasi Pasar Induk Cipinang. Dia juga menjadikan kawasan Pasar Induk Cipinang sebagai zero run off agar air hujan yang jatuh di dalam kompleks tidak dialirkan ke gorong-gorong yang ada di bagian luar.
"583 sumur resapan, jadi prinsip zero run off artinya kalau ada air di luar sini, maka Pasar Induk bisa bilang kami tidak menyumbang air keluar, karena seluruh airnya dipertahankan di dalam pagar, tapi diturunkan ke dalam tanah," kata Anies di Pasar Cipinang Kebembem, Kamis 22 September 2022.
Reporter: Winda Nelfira
Sumber: Liputan6.com