Proses revitalisasi Kota Tua telah rampung. Kawasan wisata ibu kota ini kembali dibuka dengan wajah baru pada Jumat (26/8).
Revitalisasi Kota Tua dikabarkan menghabiskan biaya mencapai Rp65 miliar. Dana puluhan miliar rupiah tersebut digunakan untuk pembangunan beberapa fasilitas baru.
Adapun revitalisasi dilakukan antara lain pembuatan dan penataan kembali trotoar di sekitar Kota Tua. Seperti perombakan trotoar di ruas Jalan Ketumbar, Jalan Kemukus, dan Jalan Lada Dalam.
Selain pembuatan trotoar, anggaran juga dialokasikan untuk pembangunan shelter bus TransJakarta, air mancur, dan penataan lampu jalan.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho berharap melalui revitalisasi yang telah memakan biaya besar ini, Kota Tua dapat menjadi kawasan zona rendah emisi atau low emission zone (LEZ).
"Kenapa bisa hingga puluhan miliar, karena digunakan untuk menyulap Kota Tua menjadi kawasan pedestrian untuk menunjang penerapan zona rendah emisi atau low emission zone (LEZ)," kata Hari seperti dilansir dari Antara.
Advertisement
Akses Menuju Kota Tua Lebih Mudah
Setelah diaktivasi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Jumat (26/8), Kota Tua kini memiliki wajah baru. Akses menggunakan transportasi umum menuju Kota Tua semakin dipermudah karena adanya stasiun kereta api commuterline dan halte Transjakarta disediakan.
Selain itu, trotoar sekitar pun telah dilengkapi dengan street furniture, pohon teduh, taman, dan air mancur. Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya bersebaran di Kota Tua juga dilakukan penertiban. Sehingga suasana Kota Tua kini semakin lebih tertata dan asri.
Menurut Anies, wajah masa depan kota ditandai oleh dominasi pejalan kaki, difasilitasi transportasi umum, dan kota yang emisinya rendah.
"Jadi, di Kota Tua ini, kita menemukan pertemuan tahun 2022 dan tahun ke belakang, melihat 400 tahun perjalanan dan ke depan kita menyaksikan kota baru yang mewakili Jakarta masa depan," kata Anies dalam sambutan Festival Batavia Kota Tua, Jumat (26/8).
Reporter Magang: Michelle Kurniawan