Ade Armando Didatangi Ibu Terdakwa Pengeroyok, Ini yang Dibicarakan

Ade Armando sempat menerima pesan dari salah satu ibu terdakwa pengeroyokan saat demo di gedung DPR beberapa waktu lalu. Pesan itu berupa permohonan maaf. Ibu dari terdakwa pun mengaku menyesal atas perbuatan anaknya.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Ade Armando Didatangi Ibu Terdakwa Pengeroyok, Ini yang Dibicarakan
ade armando di sidang pengeroyokan. ©2022 Merdeka.com/rahmat baihaqi

Ade Armando sempat menerima pesan dari salah satu ibu terdakwa pengeroyokan saat demo di gedung DPR beberapa waktu lalu. Pesan itu berupa permohonan maaf. Ibu dari terdakwa pun mengaku menyesal atas perbuatan anaknya.

Pengakuan tersebut disampaikan Ade Armando ketika ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum yang kala itu Ade dihadirkan sebagai saksi kasus pengeroyokan.

"Saya baru saja kemarin, benar-benar kemarin, salah seorang ibu terdakwa menghubungi saya untuk meminta maaf kemarin Selasa, " ucap Ade di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (27/7).

Seorang ibu dari salah satu terdakwa yang menemui Ade, bernama Al Fikri Hidayatullah. Ibu tersebut mengakui perbuatan anaknya yang telah memukul Ade ketika aksi di depan gedung DPR 11 April lalu.

"Kalau ditanya memaafkan, tentu saya maafkan. Karena ibu Fikri datang ke saya dengan niat ingin meminta maaf dan menyesal karena perbuatan anaknya. Sesama manusia, tapi hukum harus tetap berjalan," jelas Ade di persidangan.

Pernyataan ibu terdakwa disampaikan melalui kuasa hukum. Fikri kala itu hanya diajak oleh salah satu temannya. Ia datang ke sana bukan selaku mahasiswa, tapi dari fans bola Persija.

Sebelumnya, kepolisian telah menetapkan enam tersangka kasus pengeroyokan dan kasusnya telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Enam tersangka yang diserahkan atas nama I Komar Bin Rajum, Al Fikri Hidayatullah, Marcos Iswan, Abdul Latip, Dhia Ul Haq, dan Muhammad Bagja. Mereka diduga melakukan penganiayaan terhadap Ade Armando sehingga mengakibatkan luka-luka.

Adapun Marcoss dan kawan-kawan, datang ke depan gedung DPR RI mengikuti aksi mahasiswa menolak kenaikan BBM serta menolak masa jabatan presiden tiga periode pada Senin, (11/4).

Rekomendasi