Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah melakukan skrining Hepatitis C terhadap 353.876 orang selama periode 2017- April 2022. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18.005 orang terkonfirmasi positif Hepatitis C.
"Kemudian, dari 18.005 sebanyak 10.502 melanjutkan pemeriksaan viral load," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Lies Dwi Oktavia saat rapat bersama Komisi E DPRD DKI Jakarta, Rabu (18/5).
Dwi menjelaskan, viral load adalah proses pemeriksaan untuk mengukur jumlah virus yang ada di dalam darah. Terhadap pasien-pasien yang menjalani tes viral load, sebanyak 4.225 orang kemudian menjalani terapi penyembuhan.
"Sehingga kita sudah pernah menterapi ada 4.225 orang," sebutnya.
Dia menjelaskan, pemeriksaan Hepatitis C dilakukan bersama Kementerian Kesehatan dan fasilitas kesehatan pihak swasta.
Advertisement
Bagi orang yang terkonfirmasi Hepatitis C, maka akan disiapkan pengobatan atau antibodi oleh pemerintah. Ada dua klasifikasi masa pengobatan; pengobatan dalam jangka waktu 3 bulan, diberikan kepada orang yang belum mengalami sirosis hepatitis.
Sedangkan pengobatan dalam jangka waktu 6 bulan, diperuntukan bagi orang yang telah mengalami sirosis hepatis.
Selama rentang pemeriksaan hingga proses pengobatan, Dwi menyampaikan tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 95,82.persen.
"Alhamdulillah, tingkat keberhasilan pengobatannya mencapai 95,82 persen," tandasnya.
"Jadi, bapak ibu Hepatitis C ini adalah hepatitis kronik kalau kita bisa menyembuhkan penderitanya maka akan banyak sekali manfaat untuk memperbaiki kualitas hidup penderitanya dan mengembalikan produktivitas orangnya," sambungnya.