Ratusan pengunjung Taman Margasatwa Ragunan TMR gagal berwisata lantaran tak tahu keharusan mendaftar online. Pihak TMR menyayangkan sikap warga tersebut.
Staf Pelayanan Informasi dan Kehumasan TMR, Bambang Wahyudi mengatakan, informasi tentang kewajiban pengunjung melakukan pembelian secara online sudah sejak lama dipublikasikan, melalui media arus utama ataupun media sosial milik TMR.
"Aneh kalau enggak tahu, harus tahu. Ragunan bukan pertama kali ini menerapkan tiket online, ini sudah berjalan dari awal pandemi 2020 sampai 2022, artinya sudah dua tahun berjalan," katanya, Rabu (4/3).
Dia berujar, sebaiknya sebelum berangkat berwisata, pengunjung secara aktif mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang aturan dan kebijakan tempat wisata yang akan dituju, termasuk TMR.
Bambang menambahkan, hampir seluruh tempat wisata di Jakarta telah menerapkan pendaftaran online 100 persen. Tujuannya, sebagai pemantau jumlah pengunjung.
Sebab, imbuhnya, tempat wisata di Jakarta masih menerapkan pembatasan kapasitas maksimal yaitu 75 persen.
"Di DKI ini hampir semuanya daring, karena ini tujuannya untuk membatasi jumlah pengunjung enggak boleh banyak-banyak supaya tidak terjadi resiko penyebaran Covid-19," ujarnya.
"Ini harus menjadi satu pelajaran, kalau enggak tahu kenapa enggak cari tahu, karena ini kita sudah publikasikan ke banyak media," tegas Bambang.
Sementara itu, TMR mencatatkan hingga pukul 12.00 WIB, jumlah pengunjung mencapai 25.176 orang. Rerata, pengunjung menggunakan sepeda motor agar sampai ke TMR.
Advertisement
Ratusan pengunjung tidak bisa memasuki Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Mereka tidak masuk lantaran belum melakukan pendaftaran secara daring (online).
Pada pukul 11.00 WIB, para pengemudi motor menepikan kendaraannya di sisi Jalan Harsono RM tepat di depan pintu utama Taman Margasatwa.
Mereka menepi untuk bertanya kepada petugas Kepolisian yang memegang papan bertuliskan "Harus Daftar 'Online' Untuk Bisa Masuk Ragunan".
"Harus daftar 'online' dulu pak, baru bisa masuk. Kalau daftar sekarang mungkin baru bisa masuk besok," kata petugas polisi yang memegang papan tersebut.
Beberapa pengunjung mengaku tidak tahu prosedur pendaftaran online padahal sudah datang dari lokasi yang cukup jauh.
"Ha?Daftar 'online'? Gimana caranya itu?" kata pria yang mengemudikan motor seraya bertanya kepada anak dan istrinya yang ada di bangku belakang.
Karena tidak bisa masuk, dia pun akhirnya memutuskan untuk putar balik.
"Saya ini datang jauh dari Cileungsi pak. Sudah bonceng bertiga anak istri, sudah bawa rantang sama karpet, eh malah ga bisa masuk," kata Yudi, salah satu pengunjung.
Dia mengaku mendengar kabar bahwa untuk masuk ke Taman Margasatwa Ragunan harus mendaftar daring terlebih dahulu. Namun demikian, dia mengaku tidak paham cara mendaftarnya.
"Aku tidak paham gitu gituan, harus ada 'online'. Saya taunya mau jalan jalan sama keluarga aja," terangnya seperti dilansir dari Antara.
Hal yang sama juga dikatakan Suhatinah. Dia bersama keluarganya mengaku tidak bisa masuk karena belum melakukan pendaftaran daring.
"Saya ini dari Cibubur sudah panas-panas naik angkot malah enggak bisa masuk," ungkapnya.
Dia akhirnya mengurungkan niat untuk berwisata ke Taman Margasatwa Ragunan.
Sebelumnya, bagi warga yang ingin memesan tiket bisa mengunjungi akun Instagram Taman Margasatwa Ragunan, yakni @ragunanzoo. Di akun tersebut tertera link pendaftaran yang bertuliskan linktr.ee/pesantiketragunan.