Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran meminta kepada seluruh jajarannya mencegah munculnya kampung narkoba baru. Usai dua kampung Bahari di Jakarta Utara, dan Kampung Boncos, di Jakarta Barat diungkap jaringan peredaran narkoba.
"Yang lain jangan sampai muncul kampung narkoba baru. Terima kasih sekali lagi saya ucapkan kalau saya agak tegas dan agak keras bicaranya, ini cara saya mencintai anggota saya memberi motivasi kepada anda," kata Fadil dalam arahannya, Rabu (16/3).
Sementara, Fadil mengapresiasi jajarannya yang telah berhasil membongkar peredaran narkoba di Kampung Bahari. Bahkan, dia berencana untuk meninjau langsung kondisi kampung tersebut pasca penggerebekan yang berlangsung pekan lalu.
"Saya mengapresiasi Kasat Narkoba Polres Jakarta Utara. Anda harus menjadi leader bersama Kasat Binmas dan Kasat Sabhara di situ. Solid bertiga. bersama Kapolsek Tanjung Priok. bersihkan itu Kampung Bahari," tuturnya.
"Saya akan datang ke situ melihat seperti apa perkembangan Kampung Bahari itu. Terima kasih kepada Kapolres Jakarta Utara atas upaya yang dilakukan," sambungnya.
Tak lupa, Fadil juga mengapresiasi jajarannya yang selang beberapa hari telah berhasil membongkar peredaran narkoba di Kampung Boncos, Jakarta Barat. Hingga telah mengamankan beberapa para pemakai.
"Saya juga terima kasih kepada Kapolsek Palmerah yang sudah berupaya sedemikian rupa dengan segala keterbatasannya," imbuhnya.
Advertisement
Peredaran Narkoba di Kampung Boncos
Unit Reskrim Polsek Palmerah membongkar sejumlah bedeng yang dijadikan tempat pemakai narkoba di Kampung Boncos, Jakarta Barat. Bedeng tersebut dikenal sebagai Hotel 10.000 oleh warga sekitar.
Dimana ada dugaan kemungkinan tempat itu disediakan bandar narkoba di Kampung Boncos untuk pemakai narkoba. Ada tiga unit yang dibongkar oleh Reskrim Polsek Palmerah. Dodi menyebut, luasnya bermacam-macam ada yang 2X1 dan 2x3.
"Untuk efek jera agar tidak mengulangi, maka kami hancurkan, kami ratakan. Itu Hotel 10.000 itu jadi kalau mereka beli narkoba di Boncos, nah karena dia (pengguna) tidak punya uang untuk sewa kos-kosan itu, nah mereka jadinya di gubuk-gubuk tanah kosong itu. Ada yang sewain," kata Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdul Rohim kepada wartawan, Kamis (10/3).
Dodi menerangkan, Hotel 10.000 sempat viral di media sosial facebook. Dodi mengatakan, hotel itu sepertinya sengaja didirikan para bandar narkoba.
"Itu yang di Facebook ramai, namanya hotel 10.000. Mereka bangun sendiri, mereka pakai di situ. Dia hanya pakai untuk beli klipnya saja," ucap dia.
Meski demikian dalam operasi di Kampung Boncos, pihak kepolisian gagal menangkap para bandar. Karena, para bandar sepertinya menggunakan sandi khusus untuk memberitahu kedatangan polisi pada rekan-rekannya. Dengan kata 'penyakit', teriakan itu didengarnya begitu memarkirkan kendaraan.
"Kodenya penyakit. Jadi kalau kita datang itu bilangnya ada penyakit. Awas ada penyakit awas penyakit. Gitu kodenya. Jadi pada saat kita parkir mobil anggota saja sudah pada kode awas penyakit-penyakit sudah sampai ujung," ujar dia.
Sehingga dalam operasi ini, Unit Reskrim Polsek Palmerah hanya bisa menangkap lima orang. "Kami sudah mengamankan lima orang, mereka kategori pemakai ya," kata Dodi.
Peredaran Narkoba di Kampung Bahari
Dua hari sebelumnya, 700 Personel gabungan polisi, TNI dan Pemprov DKI Jakarta dikerahkan memberantas peredaran narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (9/3) pagi. Polisi menangkap 26 orang dalam penggerebekan tersebut.
"Hasil kegiatan yang dilakukan secara mendadak tentunya didapatkan begitu banyak sekali barang bukti 26 orang tentu sebagai pelaku dan nanti ditetapkan sebagai tersangka terdiri dari 18 laki-laki 8 perempuan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan kepada wartawan di Jakarta Utara, Rabu (9/3).
Zulpan mengatakan, sejumlah narkotika pelbagai jenis dan beberapa senjata tajam disita sebagai barang bukti. Zulpan menyebut antara lain sabu seberat 350 gram, 1.500 butir ekstasi dan ganja sintetis.
"Di sini kami temukan juga uang tunai Rp35 juta serta berbagai peralatan komunikasi elektronik," ujar dia.
Sama halnya di Kampung Boncos, di Kampung Bahari juga Polisi menemukan sejumlah pengaman yang dipakai para bandar. Salah satunya memanfaatkan CCTV guna mengamati situasi.
"Mereka melengkapi diri dengan CCTV untuk memantau apabila ada petugas yang datang," kata dia.
Bahkan, ada pula ada pula kode-kode tertentu yang dimengerti sesama para bandar dan pengedar. Salah satunya bunyi petasan yang dipakai untuk memberitahukan kedatangan pihak kepolisian.