Anies: Ibu Kota Pindah ke Kaltim Berikan Peluang DKI jadi Kota Bertaraf Internasional

"Semoga di kota yang akan dibangun ini, yang nanti menjadi ibu kota, akan bisa menghadirkan pesan utama dan pertama atas pendirian republik ini, yaitu menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Anies di IKN.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Anies: Ibu Kota Pindah ke Kaltim Berikan Peluang DKI jadi Kota Bertaraf Internasional
Anies Baswedan Bawa Tanah Korban Gusuran Ahok ke IKN. Instagram aniesbaswedan ©2022 Merdeka.com

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membawa tanah dan air dari Kampung Akuarium di Jakarta Utara ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Anies berharap IKN bisa mengedepankan dan memprioritaskan manfaat bagi rakyat.

"Harapan itulah yang dititipkan lewat tanah (Kampung Akuarium) ini. Semoga di kota yang akan dibangun ini, yang nanti menjadi ibu kota, akan bisa menghadirkan pesan utama dan pertama atas pendirian republik ini, yaitu menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Anies di IKN, Kalimantan Timur, Senin (14/3).

Pemindahan Ibu Kota RI dari Jakarta ke Kalimantan Timur, Anies memandang dua peluang yang akan terjadi di DKI. Pertama, menjadi kota bertaraf global dan kedua, faskes serta fasilitas pendidikan berstandar internasional.

"Bagi kami di Jakarta, ini (pemindahan ibu kota) harus dipandang sebagai peluang, peluang makin mempercepat pembangunan di Jakarta sebagai salah satu kota global dunia yang setara dengan kota-kota global lainnya. Jakarta adalah megapolitan terbesar di belahan selatan dunia. Dan ini harus dijadikan sebagai kesempatan mempercepat realisasi. Unsur-unsur utama kota global adalah mobilitas penduduk berbasis kendaraan umum dan ramah lingkungan," kata Anies.

"Kedua, faskes fasilitas pendidikan berstandar internasional. Kemudian memiliki daya tarik bagi global talent sehingga produktivitas yang terjadi di kota ini bisa dirasakan manfaatnya baik Indonesia maupun tataran global. Kami di Jakarta menyambut ini sebagai sebuah kesempatan untuk kita mempercepat untuk Jakarta menjadi salah satu pusat kota global dunia. Dan kota global itu bukan saja aspek ekonomi, tapi juga aspek budaya, aspek sosial, aspek pendidikan yang itu semua harus dikembangkan," tambah Anies.

Rekomendasi